Tag Archives: surya university

Ice box styrofoam

steryformBeberapa minggu ini saya mencari – cari tempat beli styrofoam. Berselancar di internet tidak menemukan yang sesuai harapan. Istri pernah mencari ke area pasar santa tetapi harganya ditembak mahal,  ukuran juga tidak sesuai akhirnya tidak jadi beli. Continue reading

Advertisements

Mencari uang dengan mempergunakan sistem franchise

coming soon thai teaSedari dulu saya membaca dan menelaah banyak hal tentang entrepreneurship, banyak sudah yang saya impi-impikan sekarang  saatnya saya take action dengan eksekusi  seperti yang saya ceritakan di  tulisan sebelumnya. Kesempatan kali ini saya ingin cerita pengalaman saya menjadi mitra franchise . Continue reading

Kegilaan selanjutnya

20150919_134927Setelah percobaan jualan nasi uduk rugi total saya lumayan lama tiarap dan masih berfikir mau mencoba usaha apa lagi. Bulan Agustus ini kondisi keuangan hancur – hancuran dikarenakan kantor lagi kesulitan keuangan sampai – sampai thr dan gaji pun belum di bayarkan sampai di hari ulang tahun RI hari ini.

Justru di kesulitan yang terjadi  saya mecoba berfikir ulang mesti melakukan sesuatu, untuk mencari kerja baru bukan suatu hal yang mudah, sedangkan kalaupun ada interview masih belum sesuai dengan expectacy yang saya inginkan dan di dalam hati nurani saya menginginkan untuk berdiri sendiri, apapun itu sesuai ataupun tidak sesui dengan bidang yang saya kuasai saya mesti bisa menjadi pengusaha walaupun jalanya mesti berliku dan belum sesuai dengan bidang yang saya inginkan. Continue reading

Belajar dari ibu penjaga tiki

JpegMinggu kemaren saya mencari tempat pengiriman barang di sekitaran  gading serpong. Awalnya saya muter-muter di sekitaran kampus surya university tetapi tidak menemukan tiki yang ada hanya  jne. Setiap bertanya  di sarananin menggunakan jne saja. Karena proses jual beli yang saya lakukan melalui situs tokopedia menggunakan sistem pengiriman tiki maka saya tetap mencari tiki.

Setelah berputar sampai area mall sms gading serpong dan belum juga bertemu, saya lanjutkan pencarian ke daerah kelapa dua. Setelah pasar kelapa dua ketemulah agen tiki. Saya masuk dan mengutarakan keinginan saya untuk mengirimkan barang ke tenggarong, saya di tanya barang apa yang akan dikirimkan, saya jawab kalau saya mengirimkan tablet, dijelaskan kalau tablet mesti menggukanan bon pembelian sebagai bukti untuk asuransi, hadew  langsung kefikir ruwet urusannya. Akhirnya saya kembali ke kantor untuk mengambil bon pembelian. Dan sorenya saya kembali, sambil menunggu saya ngobrol dengan si ibu penjaga tiki. Continue reading

Daihatsu ayla

JpegSaat saya pergi ke ITC permata hijau untuk mengantar CDK membeli kemah – kemahan saya ketemu pameran mobil. Saya lihat – lihat sebentar eh di tawari oleh mas arifin  marketing dari daihatsu palmerah.

Saya lihat sebentar dan saya bilang yang ini bagus juga berapa harganya,tepatnya saat itu saya melihat daihatsu ayla ? saya tertarik dikarenakan warnanya putih dan dari dulu saya mengimpikan kalau punya mobil yang kecil dan imut, malah saya pengen punya mobil smart for two. Setelah mengecek saldo dan saya perkirakan cukup buat dp saya bilang boleh deh saya ambil ayla putih tipe x MT (manual ngeri kalau matic dah parno duluan), saya awalnya gak ada rencana untuk membeli mobil karena saya tertarik saat melihat dan sreg akhirnya saya bilang seperti itu tanpa ada penelusuran detail sama sekali hanya modal gila dan nekad. Saat itu juga saya bayarkan tanda jadi sebesar Rp 1.000,000,-. Continue reading

Perjalanan ngantor di gading serpong

FlashNews_Lebaran13Seuasi idul fitri saya kembali ngantor mulai  hari senin 12 Agustus 2013, saya berangkat jam 6 pagi dari rumah, lewat jalan panjang belok ke jalan joglo tembus ke ciledug berbelok lagi ke komplek graha raya selanjutnya bertemu alam sutera dan berhenti gading serpong tepatnya summarecon serpong dimana surya university berada tempat saya bekerja. Tak seperti biasa perjalanan begitu lancar,  saya tempuh hanya 45 menit. Di hari – hari biasa paling cepat 1 jam lewat, kalau sore hari waktu tempuh sampai 2 jam bahkan lebih karena macet di sana – sini. Saat hari – hari biasa saya lebih memilih naik kereta dari stasiun palmerah ke stasiun rawa buntu selanjutny di sambung naik motor yang saya titipkan di stasiun rawa buntu sepulang kerja.  Continue reading