Tag Archives: soeta

Liburan ke bali day 3

20130527_071412Hari ketiga di bali menjadi hari terakhir liburan kami, Waktu 3 hari terasa sangat pendek, kami  belum bisa menikmati pulau dewata seluruhnya. Hari ini kami memiliki waktu setengah hari sebelum kembali berkutat dengan  rutinitas di jakarta. Mulai dengan bangun pagi, sarapan dilanjutkan pergi ke pantai kuta, dari hotel kami menginap cukup jalan kaki selama 10 menit kami sudah sampai di pantai kuta. Saya ingin mengajak cdk untuk bermain pasir dan  air di pantai kuta.

Menyusuri jalan kuta kami berjalan di antara banyaknya turis mancanegara dan puluhan kafe dan tempat beli berbagai macam cendera mata. Saya dan cdk berjalan cepat menuju pantai meninggalkan mertua dan bunda yang berjalan sambil melihat – lihat pemandangan kiri  kanan dan sesekali masuk toko melihat barang di dalamnya. Saya sempatkan memfoto cdk di depan hotel gran INNA Continue reading

Liburan ke bali day 2

20130527_071340Saat malam sebelum kami kembali ke hotel, kami janjian dengan pak wayan besok untuk menjemput kami jam 10 pagi. Kami memulai pagi dengan bangun pagi, mandi, ibadah,dan breakfast di fave hotel tempat kami menginap. Sambil kami menunggu kedatangan pak wayan menjemput kami untuk menikmati hari kedua dibali.

Hari kedua kami merencanakan perjalanan ke bedugul untuk melihat pura ulu ndanu, bagi yang belum tau ulu ndanu silahkan lihat uang lembaran lima puluh ribu anda di sana terpampang danau  dengan puranya itulah bedugul. Tepat jam 10 kami berangkat menuju bedugul dengan hati senang dan gembira sambil ngobrol tetang bali, dari obrolan kebiasaan orang bali makan babi, ibadah di pura, dan apa saja yang terlintas di fikiran. Tepat jam 11 saya sudah merasa keroncongan langsung saya bilang ke pak wayan untuk berhenti mencari makan, tetapi sepanjang perjalanan yang berliku  – liku menuju bedugul susah sekali menemukan tempat makan yang non babi yang terpampang di plang selalu babi guling dengan tulisannya yang besar – besar. Mulai mendekati area bedugul hujan deras turun ditambah perut keroncongan kami akhirnya menemukan tempat makan. Di sini kami memesan makan dan menunggunya pun sampai 30 menit lebih sampai lemas lunglai. Kondisi tempat makan sudah terlalu crowded dipenuhi banyak rombongan bus yang juga menuju bedugul. Saking sudah lelahnya kami urungkan niat untuk melanjutkan perjalanan, selain mengantisipasi karena hujan takutnya nanti cdk malah sakit terkena gerimis saat menuju ke bedugul kan tempatnya di tengah danau dan mesti jalan kaki. Walaupun sayang dan sedih karena perjalanan sudah lama 2 jam lebih tapi kami akhirnya mengambil keputusan untuk putar balik dan memilih melanjutkan perjalanan ke tanah lot. Continue reading