Tag Archives: Renungan

Music classic

Saya memulai hari ini dengan mendengarkan music classic sebagai penggugah semangat. Saat awal saya mendengar music classic terdengar di telinga sangat aneh. Apalagi saya yang terbiasa mendengar music biasa atau music ala rakyat kebanyakan yang tak jauh dari music dangdut, pop, jawa dan sejenisnya. Continue reading

Pujian adalah ujian

Martial ArtsRenungan di pagi hari ini saya ambil dari buku Al-hikam (Untaikan Hikmah Ibu ‘Athaillah).

Yang mudah tersanjung mudah tersandung. Berhati – hatilah kepada pujian. Sikapilah dengan cermat setiap pujian yang datang kepadamu. Lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa diselubungi kelemahan, kekurangan, aib, cela, dan sifat-sifat buruk. Dengan demikian, engkau tidak terperangkap dalam jebakan yang bisa membuatmu hancur. Continue reading

Cinta kasih

Kebiasaan putri kami CDK untuk minta di temeni pada saat melihat lagu – lagu koleksinya di laptop membuat kami terkadang jengkel. Sering banget CDK minta di ganti dan ganti lagi pada saat nonton sampai – sampai kadang hadowwwww apa sih maunya nih anak.

Di suruh memilih sudah di pilih dah di setel minta di ganti dan ganti lagi.Tapi saat yang di minta cocok dan pas dia juga mengkeskpresikan kegembiraanya sampai – sampai berjoged ria dan ikutan bernyanyi. Saat ini malah CDK sudah mulai mengikuti apa yang di tonton semisal berhitung one sampai ten. Saya sebagai ayah tidak memaksakan dia untuk bisa apalagi masih di umur 2 tahun saya ingat akan beberapa bacaan dan referensi yang menyatakan  supaya anak tidak di ajarkan terlalu dini ke hal – hal yang mesti di hapal  karena masa itu masa bermain sampai nanti pas di umur 7 tahun dia siap memasuki sekolah SD. Continue reading

Suasana hati hampa

Wah hari ini kok rasanya hampa berangkat kerja dengan perasaan nggak nyaman sampai kantor langsung mengadapi masalah yang mesti diselesaikan siang terasa lelah badan kurang fresh.

Seharian kurang fokus ke pekerjaan adanya santai bermain – main. Siang harinya selepas shalat dhuhur terlelap sebentar di mushalla yang membawa kesegaran badan.

Tak berapa lama eh alah tambah lagi perasaan kurang nyaman mendengar becandaan temen yang rada menyinggung walaupun tetap saya timpalin dengan maksud tidak berkepanjangan mendekam dalam suasana hampa. Pulang kerumah ditemani rintik hujan sambil terus menggoes BMX tercinta tiba – tiba muncul sms teman lama Om samson datang kerumah untuk mengambil raket yang sudah di pesan dari kemaren.

Dengan cepat saya membalas “son aku masih di jalan ” sampailah di rumah suasanapun lum pulih benar. Untuk di renungkan ya muqolibal qulub sabit qalbi ngaladinika” bahwa hati itu berbolak – balik.

Untuk direnungkan, dari Imam Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki):

Imam Ghazali = ” Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = ” Orang tua ”
Murid 2 = ” Guru ”
Murid 3 = ” Teman ”
Murid 4 = ” Kaum kerabat ”
Imam Ghazali = ” Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = ” Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”
Murid 1 = ” Negeri Cina ”
Murid 2 = ” Bulan ”
Murid 3 = ” Matahari ”
Murid 4 = ” Bintang-bintang ”
Iman Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.

Iman Ghazali = ” Apa yang paling besar didunia ini ?”
Murid 1 = ” Gunung ”
Murid 2 = ” Matahari ”
Murid 3 = ” Bumi ”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

IMAM GHAZALI” Apa yang paling berat didunia? ”
Murid 1 = ” Baja ”
Murid 2 = ” Besi ”
Murid 3 = ” Gajah ”
Imam Ghazali = ” Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali = ” Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 = ” Kapas”
Murid 2 = ” Angin ”
Murid 3 = ” Debu ”
Murid 4 = ” Daun-daun”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat “

Imam Ghazali = ” Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? ”
Murid- Murid dengan serentak menjawab = ” Pedang ”
Imam Ghazali = ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri “

sources

Mendidik Anak

Pagi ini 17 April 2010, saya jam 7 pagi pergi ke rumah Ibu Sri  Dosen sastra Inggris di Bina Nusantara beliau juga mengajar di  Trisakti beliau  langganan saya untuk  komputer dan teknologi,  bisnis sambilan saya yang menuju  bisnis utama  yang sedang saya rintis saat ini.

Saya datang ke rumah beliau untuk mengantarkan pesanan dvd acara ulang tahun perkumpulan dokter – dokter angkatan  darat dimana sumai beliau adalah salah satu dokter di sana.

Hal menarik yang menjadi perbincangan pada pagi ini adalah cerita mengenai bagiamana beliau mendidik cucunya yang bernama adinda, dinda ini anaknya terlihat cerdas pintar dan juga santun, kenapa saya bilang cerdas karena saya sering bertemu pada saat saya berkunjung kerumah beliau dan sering ngobrol denngan dinda ,dari cara berbicaranya terlihat bahwa anak tersebut pintar dan smart bahkan saya cenderung kagum anak seusia dia yang baru kelas sd tapi sudah paham dan banyak kosa kata ilmiah yang terucap dari mulutnya yang terkadang menyentil hati nurani saya lah saya yang saat ini studi di master degree aza ngobrol suka ngaco ini anak kecil lebih better dari saya jadi tersindir deh.

Ok saya kembali Ibu Sri dalam mendidik cucunya satu yang jadi kebiasaaan beliau, dari kecil dinda selalu diperdengarkan lagu classic mozart dan teman – temanya pada saat waktu dinda belajar ataupun pada saat pagi – pagi , seperti pagi ini walaupun dinda tidak berada di rumah tetapi music classic juga di setel dan diperdengarkan ke seluruh rumah .

Beliau mengajarkan ke cucunya : makan mie boleh tapi dua hari sekali, jadi ceritanya cucunya itu suka makan mie tetapi dari sisi kesehatan mie mestinya kurang baik bagi kesehatan tetapi cara penyampaiannya bukan langsung melarang “kamu ndak boleh makan mie” tetapi dengan cara – cara yang elegan seperti diatas. Contoh ajaran yang lain lagi : beliau mengajarkan ke cucunya agar tidak jajan di sekolah tetapi di bawaain bekel makanan dari rumah nah suatu kali beliu menawarkan ke cucunya untuk membawa uang buat jajan dan cucunyapun membawanya dan jajan sampai dirumah cucunya cerita kalau jajan malah ndak enak ngantri pas dapat bel masuk sudah berbunyi berarti lebih enak bawa bekel makanan dari rumah “pelajaran di dalamnya adalah ditanamkan di anak bahwa jajan itu tidak selalu baik bahkan cenderung kurang baik dilihat dari beberapa sisi”.

Saat ini di ikutkan kegiatan tari yang pentasnya ada di dalam dvd yang saya gandakan pada saat ini, jadi walaupun dia anak yang tinggal di jakarta tetapi dalam hal budaya di kenalkan semenjak kecil agar budaya nenek – moyangnya bisa di mengerti dan di sukai dari semenjak dini.

Wah jadi kefikir bagaimana nanti saya mendidiknya anak nanti ya? tentunya pelajaran berharga ini saya camkan dalam diri dan nanti akan menjadi modal dalam mendidiknya  setelah lahir kedunia.

Rasisme di inggris

Kemaren pas ultah sobatku memberikan hadiah berupa novel yang berjudul “bocah muslim di negeri james bond”, saat ini masih baca dan belum selesai di awal – awal buku ini di ceritakan bagaimana dia sebagai imigran dari pakistan yang tinggal di inggris mendapatkan perlakuan rasisme. Nanti saya ceritakan deh kalau sudah selesai bacanya. Btw jadi penasaran apakah kehidupan di inggris seperti itu, bukankah mereka itu tinggi dalam peradapan ilmu pengetahuan bahkan ajaran agama mayoritas juga mengajarkan kasih sayang sesama umat manusia. Saya coba search di google dan mencarai mengenai rasisme ini : ini salah satu tulisan mengenai rasisme tersebut:

Wartawan Muslim “Abadikan” Tingginya Rasisme Inggris

“LONDON (SuaraMedia News) – Menyamar sebagai suami dan istri Asia, dua wartawan Muslim Inggris telah mendokumentasikan skala bangkitnya kembali rasisme dan pelecehan, baik verbal dan fisik, di kota Bristol Inggris, memfilmkan diri mereka sendiri ketika diganggu, diserang dan secara rasis dilecehkan.

“Dari saat itu rekan saya Amil Khan dan saya melaju ke jalan yang akan menjadi rumah kami selama bulan-bulan mendatang, kami menjadi subyek dari pandangan terdingin yang pernah saya alami,” kata Tamanna Rahman, seorang reporter asal Asia.

Rahman dan Khan, menyamar sebagai suami dan istri Asia, pindah ke sebuah rumah di Bristol awal tahun ini dan menggunakan kamera tersembunyi untuk merekam sikap orang terhadap mereka.

Selama delapan minggu mereka tinggal, mereka merekam lebih dari 50 insiden terpisah mengenai serangan rasis, baik untuk ras dan agama mereka.

“Saya tidak menghadapi sebanyak rasisme dalam hidup saya seperti yang saya alami selama delapan minggu ini,” kata Rahman.

“Selama penyelidikan kami, gelas, kaleng, botol dan batu-batu pernah dilemparkan kepada saya,” ia menambahkan.

“Pada hari kedua saya di perumahan saya ada batu yang dilemparkan ke arah saya saat saya kembali dari belanja perjalanan.”

Dalam satu adegan, batu-batu yang dilemparkan ke arah Rahman dan dia disuruh keluar dari daerah itu.

Seorang anak laki-laki juga telah mengancam untuk membunuhnya dan mencoba mencuri tasnya.

Klip lain menunjukkan disebut “Raghead” dan diberi tahu “Pergilah. Irak ke arah situ. ”

“Saya dipanggil “Paki” dan kata-kata kotor dilontarkan pada saya saat saya lewat.”

Kata “Paki” adalah slang menghina untuk imigran atau keturunan dengan latar belakang Pakistan.

“Saya hanya tidak mengira manusia bisa seperti itu,” kata Rahman.

Inggris memiliki minoritas Muslim yang cukup besar, lebih dari dua juta, sebagian besar dari Pakistan, Bengali dan India.

Tamanna berbicara tentang petualangan menyakitkan yang harus ia tahan di Bristol.

“Begitulah setiap kali saya meninggalkan rumah, dan dari banyak orang yang saya temui, saya akan mendapati mereka mengerutkan dahi dan umumnya dibuat merasa tak menyenangkan, apakah mereka berada di jalan, di kebun mereka, melihat keluar dari jendela kamar tidur mereka atau di dalam mobil.

Dia mengatakan pengalaman pelecehan berkisar dari serangan fisik hingga penghinaan.

“Saya sangat menyesali bahwa hal itu akan terus bersama saya pada saat-saat paling buruk yang pernah saya alami ketika saya berjalan keluar dari sini.”

Bristol adalah kota terpadat yang kedelapan di Britania Raya (Inggris Raya) dan keenam Inggris.

Ini adalah pusat kebudayaan, lapangan kerja, dan pendidikan terbesar di Inggris.

Sensus tahun 2001, 60 persen dari populasi Bristol mengatakan mereka Kristen, dan 25 persen menyatakan mereka tidak religius.

Islam membentuk 2 persen dari populasi dan komunitas Muslim dilayani oleh sekurang-kurangnya tiga Masjid.

Etnis minoritas Inggris secara tersiksa oleh rasa sakit rasisme dengan perkiraan 87.000 anggota etnis minoritas menjadi korban dari kejahatan termotivasi rasial.

Angka-angka juga menunjukkan bahwa etnis minoritas memiliki pengangguran terburuk dan mengalami krisis perumahan di negara itu.

Sekitar 70 persen dari semua etnis minoritas tinggal di 88 daerah yang paling kekurangan, dibandingkan dengan 40 persen dari populasi umum.

Rekaman mereka akan ditayangkan dalam sebuah acara dokumenter Panorama, yang berjudul Hate on the Doorstep (Kebencian di Ambang Pintu). Program ini akan ditampilkan dalam minggu pemimpin Partai Nasional Inggris, Nick Griffin, akan muncul di BBC1 Question Time.

Program itu mendengar dari yayasan amal lokal, Support Against Racist Incidents, yang mengatakan bahwa kasus-kasus seperti itu adalah rutin. Insiden ini telah ditangani dengan baru-baru ini termasuk orang-orang yang diancam dengan pisau dan dilempar telur atau bom air di rumah mereka. (iw/iol/gd) sumber www.suaramedia.com”