Tag Archives: ngurah rai

Liburan ke bali day 3

20130527_071412Hari ketiga di bali menjadi hari terakhir liburan kami, Waktu 3 hari terasa sangat pendek, kami  belum bisa menikmati pulau dewata seluruhnya. Hari ini kami memiliki waktu setengah hari sebelum kembali berkutat dengan  rutinitas di jakarta. Mulai dengan bangun pagi, sarapan dilanjutkan pergi ke pantai kuta, dari hotel kami menginap cukup jalan kaki selama 10 menit kami sudah sampai di pantai kuta. Saya ingin mengajak cdk untuk bermain pasir dan  air di pantai kuta.

Menyusuri jalan kuta kami berjalan di antara banyaknya turis mancanegara dan puluhan kafe dan tempat beli berbagai macam cendera mata. Saya dan cdk berjalan cepat menuju pantai meninggalkan mertua dan bunda yang berjalan sambil melihat – lihat pemandangan kiri  kanan dan sesekali masuk toko melihat barang di dalamnya. Saya sempatkan memfoto cdk di depan hotel gran INNA Continue reading

Liburan ke bali day 1

20130525_114515Seakan baru kemaren ngobrol sama bunda “bund jalan – jalan kebali yuk” ” coba deh cari info tiket promo siapa tau ada yang murah”. Dan berawal dari ngobrol santai itu akhirnya kami bisa beneran jalan ke bali. Kami berangkat dari jakarta jam 3.30 pagi hari sabtu tanggal 25 mei 2013 menuju bandara soeta ke terminal 3 bandara, melakukan administrasi checkin dan barang ke bagasi, waktu masih menunjukkan jam 4.30 pagi, jadi masih ada spare waktu untuk mencari makan pagi. Kami berhenti di bakmi GM untuk menikmati makan pagi, saya memilih nasi goreng tapi ternyata rasanya gak pas di lidah, karena sudah di beli ya dinikmati dan disyukuri saja, sambil menikmati makan kami ngobrol eh ada artis lewat, si artis ini pemain sinetron yang selalu di tonton bunda dan mertua yaitu sinetron kian santan. Jujur saya gak penah nonton sinetron so gak  kenal, cuma ngompor ngomporin aza biar rame waktu ketemu si artis.  Mertua ” pemain kian santan ya, kok kelihatan masih muda , beda sama di tv .. komentar langsung ke artisnya, saya nonton terus ya” si artis menjawab “ makasih pak saya kenal dengan kian santan , sambil memajukan tangan sungkem”. Continue reading