Tag Archives: Gungung Kidul

Gunung Kidul

Lebaran tahun ini saya dan keluarga mudik ke kampung istri, bersama cdk kami berangkat dari jakarta pada tanggal 24 agustus pagi menuju soeta. Saat berangkat Cdk sedang nyenyak bobok langsung di gendong ke taksi, pas sesampainya ke soeta seneng banget karena ngelihat banyak orang malah orang – orang di kasih senyum yang bikin gemes . Karena  cdk anaknya seneng berkomunikasi dengan banyak orang.

Tepat jam 8 kami menuju adisucipto dan mendarat mulus di kota jogjakarta hadiningrat di sambut jemputan pak lik rubiyanto.

Mbok tuwo dengan bahagianya ketemu buyu untuk kedua kali. Di gunung kidul cdk betah karena suhu udara masih di bawah jakarta jadi cdk nggak perlu AC tidurnyapun pules. Kegiatan cdk bangun pagi, main ke rumah temen- temen kecilnya , ngasih umpan kambing maem wah pokoknya seneng dia karena bisa bergerak bebas kemana – mana.

Sampai tibalah hari lebaran pada tanggal 30 agustus 2011 yang terjadi perbedaan di sekitar rumah pada merayakan di hari pertama tapi beberapa keluarga merayakan di hari yang ditetapkan oleh pemerintah. Cdk mah merayakan kedua – duanya karena  belum faham cuma seneng melihat banyak tamu yang datang ke rumah mbok tuwo untuk silaturahmi dan bermaaf – maafan.

Tanggal 2 september 2001cdk ayah dan bunda kembali ke jakarta untuk melanjutkan rutinitas keseharian selamat tinggal gunung kidul, jogjakarta kami selalu merindukanmu.

Pulang Kampung

Lama mimpi pulang kampung di temani orang tercinta itu menjadi nyata, flash back dulu waktu masih sekolah SMA di jakarta tepatnya dulu saya sekolah di SMIPN pasar minggu Jl. Margasatwa ragunan, tiap liburan sekolah pasti menyempatkan diri pulang kampung ke pacitan, selain liburan ya karena kangen sama orang tua. Nah sepanjang perjalanan itu sambil menikmati pemandangan persawahan di temani nyanyian ebiet G ade yang di setel oleh kondektur bus saya ngebayangin alangkah indahnya kalau sepanjang perjalanan di temani kekasih tercinta begitu dulu saya berandai – andai dan sialnya waktu itu hanya mimpi – mimpi indah dalam lamunan.

Nah kemaren tanggal 14 Maret 2010 mimpi itu menjadi nyata ada kesempatan pulang kampung bersama orang terkasih bukan kekasih lagi tetapi istri tercinta bahagia rasanya bisa membawa istri ke kampung dimana saya di besarkan, bisa melihat pemandangan alam dan bercerita bersama istri, bertemu Ibu yang terus berjuang demi anak – anaknya tercinta. Hari – hari di sana penuh kebahagiaan dengan menikmati kelapa langsung dari pohonya , memetik cabe langsung dari kebon, mengambil singkong dan langsung di bakar tak terlewatkan mandi di mata air yang airnya begitu jernih indah dan membahagiakan. Mimpi – mimpi yang begitu lama tertancap itu menjadi kenyataan menjadi anugerah terindah yang pernah kumiliki kalau kata lagu group bandnya .

Perjalanan di lanjutkan ke tempat kampung istri saya di jogja dengan menyewa mobil dari pacitan menembus jalan giri belah wonogiri di iringin kehijauan pegunungan dan perbukitan sambil bercerita dengan istri dan sopir nikmat sekali rasanya. Di kampung istri saya mengulang masa – masa kecil dulu bertemu dengan mbok tuwo atau nenek dari istri, dulu masa kecil saya hanya sebentar bisa berjumpa dengan nenek dan kakek bahkan bisa di bilang masih sangat minim mendapatkan kasih sayang nenek karena umur memisahkan semoga beliau di teriman amal ibadahnya. Nah di jogja bisa mengulang masa itu dengan bertemu nenek dari istri yang alhamdulilah masih lengkap minus kakek.

Setelah 6 hari 3 hari di pacitan dan 3 hari di jogja perjalanan di lanjutkan ke jakarta dengan di awali jalan – jalan di malioboro dan tak lupa makan di waroeng ss dan seterusnya berangkata ke jakarta naik kereta Bisnis dan pagi jam 4.30 sampai di stasiun senen.