Tag Archives: Ceritaku

Music classic

Saya memulai hari ini dengan mendengarkan music classic sebagai penggugah semangat. Saat awal saya mendengar music classic terdengar di telinga sangat aneh. Apalagi saya yang terbiasa mendengar music biasa atau music ala rakyat kebanyakan yang tak jauh dari music dangdut, pop, jawa dan sejenisnya. Continue reading

Olahraga ke senayan

Hari ini menjadi hari special buat saya dan keluarga. Di umur cdk yang sudah menginjak 2 tahun, baru pertama kalinya kami sekeluarga olahraga bareng ke GBK senayan.

Buat putri kami CDK, hari ini adalah pengalaman pertamanya pergi ke senayan. Berangkat dari rumah pukul 6.30 kami meluncur melalui arah  batusari, binus, tembus patal senayan dan langsung sampai di GBK. Continue reading

Cinta kasih

Kebiasaan putri kami CDK untuk minta di temeni pada saat melihat lagu – lagu koleksinya di laptop membuat kami terkadang jengkel. Sering banget CDK minta di ganti dan ganti lagi pada saat nonton sampai – sampai kadang hadowwwww apa sih maunya nih anak.

Di suruh memilih sudah di pilih dah di setel minta di ganti dan ganti lagi.Tapi saat yang di minta cocok dan pas dia juga mengkeskpresikan kegembiraanya sampai – sampai berjoged ria dan ikutan bernyanyi. Saat ini malah CDK sudah mulai mengikuti apa yang di tonton semisal berhitung one sampai ten. Saya sebagai ayah tidak memaksakan dia untuk bisa apalagi masih di umur 2 tahun saya ingat akan beberapa bacaan dan referensi yang menyatakan  supaya anak tidak di ajarkan terlalu dini ke hal – hal yang mesti di hapal  karena masa itu masa bermain sampai nanti pas di umur 7 tahun dia siap memasuki sekolah SD. Continue reading

Bertemu Andrie Wongso

Kebiasaan membaca buku pengembangan diri dan motivasi membuat saya mengenal sosok Andrie Wongso. Sebelumnya saya tidak pernah mendengar siapa itu motivator No. 1.

Pada suatu kesempatan saya berada di gramedia menemukan buku – buku beliau dan membeli satu. Tulisan bukunya cukup membuat saya tertarik,  mendorong saya untuk membeli beberapa buku  lainnya. Continue reading

Mendidik Anak

Pagi ini 17 April 2010, saya jam 7 pagi pergi ke rumah Ibu Sri  Dosen sastra Inggris di Bina Nusantara beliau juga mengajar di  Trisakti beliau  langganan saya untuk  komputer dan teknologi,  bisnis sambilan saya yang menuju  bisnis utama  yang sedang saya rintis saat ini.

Saya datang ke rumah beliau untuk mengantarkan pesanan dvd acara ulang tahun perkumpulan dokter – dokter angkatan  darat dimana sumai beliau adalah salah satu dokter di sana.

Hal menarik yang menjadi perbincangan pada pagi ini adalah cerita mengenai bagiamana beliau mendidik cucunya yang bernama adinda, dinda ini anaknya terlihat cerdas pintar dan juga santun, kenapa saya bilang cerdas karena saya sering bertemu pada saat saya berkunjung kerumah beliau dan sering ngobrol denngan dinda ,dari cara berbicaranya terlihat bahwa anak tersebut pintar dan smart bahkan saya cenderung kagum anak seusia dia yang baru kelas sd tapi sudah paham dan banyak kosa kata ilmiah yang terucap dari mulutnya yang terkadang menyentil hati nurani saya lah saya yang saat ini studi di master degree aza ngobrol suka ngaco ini anak kecil lebih better dari saya jadi tersindir deh.

Ok saya kembali Ibu Sri dalam mendidik cucunya satu yang jadi kebiasaaan beliau, dari kecil dinda selalu diperdengarkan lagu classic mozart dan teman – temanya pada saat waktu dinda belajar ataupun pada saat pagi – pagi , seperti pagi ini walaupun dinda tidak berada di rumah tetapi music classic juga di setel dan diperdengarkan ke seluruh rumah .

Beliau mengajarkan ke cucunya : makan mie boleh tapi dua hari sekali, jadi ceritanya cucunya itu suka makan mie tetapi dari sisi kesehatan mie mestinya kurang baik bagi kesehatan tetapi cara penyampaiannya bukan langsung melarang “kamu ndak boleh makan mie” tetapi dengan cara – cara yang elegan seperti diatas. Contoh ajaran yang lain lagi : beliau mengajarkan ke cucunya agar tidak jajan di sekolah tetapi di bawaain bekel makanan dari rumah nah suatu kali beliu menawarkan ke cucunya untuk membawa uang buat jajan dan cucunyapun membawanya dan jajan sampai dirumah cucunya cerita kalau jajan malah ndak enak ngantri pas dapat bel masuk sudah berbunyi berarti lebih enak bawa bekel makanan dari rumah “pelajaran di dalamnya adalah ditanamkan di anak bahwa jajan itu tidak selalu baik bahkan cenderung kurang baik dilihat dari beberapa sisi”.

Saat ini di ikutkan kegiatan tari yang pentasnya ada di dalam dvd yang saya gandakan pada saat ini, jadi walaupun dia anak yang tinggal di jakarta tetapi dalam hal budaya di kenalkan semenjak kecil agar budaya nenek – moyangnya bisa di mengerti dan di sukai dari semenjak dini.

Wah jadi kefikir bagaimana nanti saya mendidiknya anak nanti ya? tentunya pelajaran berharga ini saya camkan dalam diri dan nanti akan menjadi modal dalam mendidiknya  setelah lahir kedunia.

Anakku

Perjalanan pernikahanku sudah terjadi selama 5 bulan lebih 18 hari , ukuran yang cukup untuk bisa di katakan sudah berjalan dan sukses pernikahan tersebut dalam konteks sudah menikah artinya. Dalam 5 bulan tersebut banyak hal yang aku rasakan dan alami, sebelumnya tinggal sendiri di kost yang bisa di artikan dalam segala hal di lakukan sendiri dari nyuci, cari makan , nyetrika bahkan tidur pun sendiri seperti lagu bujangannya bang roma irama .. kemana – mana gak ada yang larang tapi gak enaknya tidur sendirian h haaa.. bener banget tuh lagu kalau di cocokkan dengan kehidupan anak kost.

Dan pada saat sekarang setelah menikah semua itu berubah ke hal yang lebih baik kehidupan teratur makan juga teratur dan kebahagiaan tersemai di dalam keluarga, ada tempat bercerita ada tempat berbagi kebahagiaan. Dan kesulitanpun juga di hadapi bersama, banyak hal yang saya pelajari contohnya : bagaimana memanage keuangan agar bisa survive, bagaiamna manajemen waktu agar pekerjaan rumah dan kantor tidak telat, bagaimana memberi perhatian terhadap istri dan keluarga, bagaimana memanage emosi dan rasa amarah, dan banyak hal yang bagi saya itu baru, alhamdullilah dengan bekal yang sudah aku siapakan dengan ilmu yang aku pelajari dari S2 moestopo bisa sangat membantu menghadapainya. Dari hal yang positif di atas bisa saya ambil garis horisontal bahwa betul apa yang di ajarkan ISLAM dalam hadist bahwa menikahlah karena menikah adalah setengah dari agama. “”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al Banni didalam Shahihut Targhib wat Tarhib)”

Kemaren sore sepulang dari kantor saya mengajak istri tercinta untuk datang ke bidan deket rumah untuk mengecek apakah betul istri sudah mengandung buah cinta kami , dan puji syukur Alhamdullilah di pastikan istri saya positif , rasa bahagia  dan senang mendengarnya terbayang bagaimana saya yang kemaren masih anak – anak sekarang sudah siap – siap menjadi seorang ayah dan bapak yang mesti menjadi imam dan perlindungan buat anak dan keluarga dan inilah tantangan yang saya yakini memiliki nilai ibadah di sisi Allah. Selamat datang annakku aku rindukan kehadiranmu dalam menapaki kehidupan dan mencari rido Illahi.