Category Archives: Uncategorized

Bebas Riba

Di tengah riuh rendahnya informasi dan komunikasi saat ini fikiran  bisa di arahkan oleh media yang ada disekitar kita. sebagi contoh kita diem aza trus ada teman ngobrol masalah pilkada  fikiran kitapun terbawa masalah tersebut. Belum lagi saat membuka sosial media, wall kita dipenuhi berbagai macam luatan informasi  yang luarbiasa masifnya.

Saya sendiri cenderung juga banyak terpengaruh. Tetapi saya tetap berusaha meilihat secara objektif apapun informasi yang saya dapat dan fokus saya adalah ke arah entrepreneurship dan saya pilih yang berenergi positif. Continue reading

Revolusi selanjutnya

kegilaan aylaHalo guys lama nih saya gak nulis dikarenakan kesibukan plus kemalasan ditambah lagi berbagai persoalan kehidupan yang terjadi. Hari – hari ini saya sibuk dengan mengurus anak yang baru masuk sekolah sd dan terus berjuang mengembangkan usaha minumah teh thailand dengan brand segertea.

Kembali merujuk tulisan saya sebelumnya mengenai riba, saat ini saya melakukan revolusi selanjutnya, dalam rangka  terlepas dari riba dan menyelesaikan tanggungan efek dari riba tersebut. Continue reading

Bazaar puasa ramadhan

PhotoGrid_1465202995953Umat islam menjalankan perintah agama dengan berpuasa ramadhan sebulan penuh dimulai tanggal 6 juni 2016. Bulan puasa bulan berkah jargonya tetapi sebagai manusia biasa saya bertanya kok bisa? ya bisa donk di hari – hari biasa saya berjualan produk segertea di area bazaar kampus. Nah di bulan ramadhan ini saya menemukan metode baru dengan berjualan melalui bazaar puasa ramadhan. Continue reading

Putra kedua

menangisTanggal 9 April saya mendapat tanggung-jawab  kembali dengan terlahirnya putra kedua kami. Proses kelahiran normal. Saat melahirkan bunda CDK belum sampai mengambil cuti. Rencana mengambil cuti minggu depannya tetapi saat kembali dari ngantor si bunda mulai kerasa.

Tanggal 8 sore selepas jam kantor sekitaran jam 5.30  bunda sudah terasa ingin melahirkan dan menyampaikan ingin pulang dulu kerumah , sempat saya iyakan tetapi saat saya berfikir ulang saya telpon bunda untuk langsung menuju RS Harapan kita, takutnya bunda melahirkan di jalan. Akhirnya bunda menuju RS menggunakan Bis kota sedangkan saya masih menunggu pulang  kantor sampai magrib. Saya langsung meluncur ke RS dan berjumpa bunda di UGD tempat pemeriksaan pertama. Selesai pemeriksaan kami membereskan pendaftaran dan mencari kamar kelas I dan sibunda di bawa ke kamar bersalin di lantai 3. Semalam kami menunggu tetapi proses pembukaan belum  tuntas. Continue reading