Category Archives: Renungan

Meningkatkan kualitas diri

Berbicara peningkatkan kualitas diri saya mesti introspeksi, umur semakin tertambah tetapi kemampuan mengamalkan ilmu yang pernah saya pelajari masih sangat jauh, semisal membiasakan untuk bersikap sopan dan santun, tidak menunda – nunda pekerjaan, keseriusan dalam belajar, dan masih banyak lagi.

Apalagi kalau mengingat ” Sebaik – baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya, kenyataan tak mudah untuk bisa bermanfaat bagi orang lain justru masih saja berharap mendapatkan banyak manfaat dari orang lain. Banyak contoh tauladan saat ini seperti penyedia blog wordpress ini, tanpa banyak filosofi dan ceramah tapi bisa memberikan bukti nyata dengan kualitas.

Pesan buku membudayakan etos kerja islami Toto tasmara : Seorang muslim yang mendapatkan amanah sebagai karyawan atau pekerja disebuah perusahaan akan menunjukkan jati dirinya bahwa dia bukan benalu, bukan manusia penambah jumlah tanpa arti. Dengan jiwanya yang merdeka, dia terus mencari upaya untuk menjadikan dirinya mempunyai arti bagi perusahaan dan rekan sejawatnya. Dia ingin menjadi manusia teladan yang dirindukan karena profesionalisme dan kualitas akhlaknya yang mulia.

Nikmatnya ilmu pengetahuan

Sudah 2 tahun ini saya kesulitan untuk melanjutkan menulis thesis,ada  beberapa faktor yang mendorong  terbengkalainya saya menulis. Kesulitan dalam memahami berbagi sumber bacaan yang kesemuanya dalamteks english merupakan faktor utama.

Sering saya merasa sedih menyadari begitu saya dulu berambisi kuat untuk melanjutkan study sampai jenjang S2 tetapi di penghujung perkuliahan  stuck dan hampir menyerah.

Pagi ini saya membaca buku la tahzan yang memberikan pencerahan mengenai nikmatnya ilmu pengetahuan.

Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusukknya umur. Sebaliknya ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh dan bahan bakar bagi tabiat.

kebahagian, kedamaian dan ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan. Hal ini terjadi karena ilmu mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. selain itu, naluri dari jiwa manusia itu adalah selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik.

Kebodohan sangat membosankan dan menyedihkan. Pasalnya, ia tidak pernah memunculkan hal baru yang lebih menarik dan segar, yang kemarin seperti hari ini, dan yang hari ini pun akan sama dengan yang akan terjadi esok hari.

Bila anda ingin senantiasa bahagia, tuntutlah ilmu, galilah pengetahuan, dan raihlah pelbagai manfaat, niscaya semua kesedihan, kepedihan, dan kecemasan itu akan sirna.

Sumber bacaan La Tahzan hal 66-67

Baca buku

Sudah dua hari ini saya membaca buku pinjeman dari Dr Sri Yatini, alhamdulilah setelah krisis buku bacaan akhirnya  minggu mendapatkannya  sampai sekarang masih dalam proses baca.

Buku ini di tulis oleh Muhammad Takdir Ilahi serorang penulis  muda  lahir tahun 86,  saya sangat apresiasi karena saya sendiri sudah memasuki umur kepala 3 tetapi belum mampu membuat satu tulisan pun apalagi buku.

Buku ini berjudul “Gelegar Sumpah Gajah Mada sang proklamator nusantara” sedikit yang  bisa saya  di ambil tulisan ini  menceritakan bagaimana Gajah Mada menjadi pemimpin yang tidak arogan walaupun memiliki kemampuan yang mumpuni serta sanggup menyatukan nusantara cikal bakal NKRI, tulisan ini bisa di jadikan renungan  kalau di runut dengan kejadian yang lagi fresh saat ini sebagimana pemimpin yang banyak di gulingkan rakyatnya seperti di mesir, tunisia dan terakhir libya.

Sisi lain juga saya mendapatkan informasi bagaimana di daratan sunda tidak ada jalan yang bernama JL gajah mada, ini mempunyai latar belakang dulunya sunda tidak mau tunduk terhadap Gajah Mada.

Saya tidak tahu

Ada pendapat orang apabila buang hajat lebih nikmat kalau di tambah dengan menyulut rokok atau yen simbah bilang ngudut, tetapi bagi saya yang tidak merokok tentu berbeda kalau saya ini paling nikmat sambil membaca membawa buku ataupun bahan bacaan dan pada saat itu terasa otak langsung nyambung kalau pada situasi lain untuk konsentrasi membaca saja sulit maka pada kesempatan ini justru langsung masuk ke otak.

Membaca buku lentera hati dari quarish shihab yang saya beli pada tahun 2001 yang lalu saya tertarik dengan tulisan dengan judul kejujuran ilmiah.

Di situ di jelaskan bahwa Al-quran menjadikan kata “aku (kami) tidak tahu” sebagai jawaban yang harus diucapkan oleh orang yang tidak mengetahui meskipun ia seorang pakar, Nabi atau Rasul, bahkan malaikat yang berada di sisi Tuhan sekalipun.

Seorang yang disodorkan kepadanya suatu pertanyaan yang ia tidak ketahui jawabannya, hanya mempunyai tiga pilihan: Pertama, ia menjawab dengan membohongi dirinya sendiri serta sipenanya. Kedua, berusaha meyakinkan dirinya dan sipenanya dengan memberikan jawaban yang tidak pasti berdasarkan dugaan, sedangkan dugaan menurut Al-Quran  tidak bermanfaat sedikitpun terhadap kebenaran (lihat Qs 53: 28). Ketiga, bersikap jujur dengan berkata, “Saya tidak tahu.” jawaban demikian inilah yang diberikan oleh Nabi saw. setiap diajukan kepada beliau suatu pertanyaan yang tidak diketahui duduk perkaranya. Nabi bahkan bersabda: “Bukti pengetahuan seseorang adalah menjawab (dengan jawaban) ‘saya tidak tahu’.”

Sikap yang demikian tertanam dikalangan ilmuwan Muslim masa lampau. Empatpuluh pertanyaan pernah diajukan kepada Imam Malik, tigapuluh enam diantaranya di jawab dengan “saya tidak tahu.”

Sekian banyak di antara kita yang berbicara tentang segala ilmu – umum atau agama seakan-akan tidak kenal lagi spesialisasi. Sekian banyak di antara kita yang menjawab dengan sangat fasih dan lancar, atau terlibat dalam pembicaraan yang tidak kita ketahui ujung pangkalnya. Sikap semacam inilah yang melahirkan isu bahkan fatwa- fatwa yang keliru dan menyesatkan.

Dengan segala macam kemajuan di masa kini mestinya kita tidak malu untuk mengucapkan kata “saya tidak tahu” walaupun kita akan dianggap rendah atau bahkan hina.

Untuk direnungkan, dari Imam Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki):

Imam Ghazali = ” Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = ” Orang tua ”
Murid 2 = ” Guru ”
Murid 3 = ” Teman ”
Murid 4 = ” Kaum kerabat ”
Imam Ghazali = ” Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = ” Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”
Murid 1 = ” Negeri Cina ”
Murid 2 = ” Bulan ”
Murid 3 = ” Matahari ”
Murid 4 = ” Bintang-bintang ”
Iman Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.

Iman Ghazali = ” Apa yang paling besar didunia ini ?”
Murid 1 = ” Gunung ”
Murid 2 = ” Matahari ”
Murid 3 = ” Bumi ”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

IMAM GHAZALI” Apa yang paling berat didunia? ”
Murid 1 = ” Baja ”
Murid 2 = ” Besi ”
Murid 3 = ” Gajah ”
Imam Ghazali = ” Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali = ” Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 = ” Kapas”
Murid 2 = ” Angin ”
Murid 3 = ” Debu ”
Murid 4 = ” Daun-daun”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat “

Imam Ghazali = ” Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? ”
Murid- Murid dengan serentak menjawab = ” Pedang ”
Imam Ghazali = ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri “

sources

Satu mulut dua telinga

Menarik ternyata menggagumi ciptaan Allah untuk dua hal ini ? saya sering merenung dalam kepandiran atau kekurangan ilmu yang saya miliki membuat saya mencari jalan pintas untuk menggagumi apa yang telah di ciptakan oleh Allah SWT untuk diri saya .

Kenapa ya kita diberikan satu mulut dua telinga? duh jadi penasaran kenapa ndak sama – sama di berikan 2  jadi adilkan , lah trus kalau dibilang adil itu yang bagaimana ? kalau kata guru sekolah saya waktu sd adil bukan berarti sama persis semisal ada dua anak satu di kasih uang yang satu juga di kasih uang yang sama jumlahnya tetapi adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya . Untuk kasus mulut dan telinga apakah ini adil jadinya?

Akan lebih baik mencoba membayangkan andaikan kalau mulut dua apa yang terjadi berbarengan berbicara dengan konteks yang berbeda – beda tak terbayangkan pengen telinga mendengarkan trus sinkronisasi antara keduanya bagaimana ? antara otak dan mulut yang akan mengeluarkan kata – kata bagaimana tak terbayangkan dunia pasti bakalan berisik banget.

Trus kenapa telinga mesti dua? bayangkan kalau telinga cuma satu apakah kita mampu mendengar dengan jernih apakah informasi yang kita dapat bakalan utuh dan bisa di terima tanpa adanya distorsi , terkadang dengan dua telinga saja saya kalau mendengar masih terjadi noise atau gangguan contohnya saya di panggil istri di suruh mengambilkan alat masak saya mendengar tapi terkadang kurang jelas apalagi kalau saya hanya menggunakan satu telinga bakalan lebih tidak jelas lagi.

Jadi kenapa mulut itu satu dan telinga dua bisa di simpulkan bahwa di sesuaikan dengan kegunaan masing – masing sesaui dengan kebutuhanya, selain secara filosofinya kita sebagai manusia mesti lebih banyak mendengar daripada berbicara kenapa? karena dengan lebih banyak mendengar kita akan mendapatkan lebih banyak informasi dengan banyak informasi maka akan banyak hal yang kita dapatkan entah itu ilmu, kesempatan bisnis dan secara manusiawi kalau orang lain berbicara dan kita mendengarkan, orang lain akan bahagia tetapi bukan berarti kita tidak berbicara karena memang sudah sunnatullahnya mulut untuk berbicara. Dengan lebih banyak mendengar akan lebih banyak belajar di banding banyak berbicara.

Mendidik Anak

Pagi ini 17 April 2010, saya jam 7 pagi pergi ke rumah Ibu Sri  Dosen sastra Inggris di Bina Nusantara beliau juga mengajar di  Trisakti beliau  langganan saya untuk  komputer dan teknologi,  bisnis sambilan saya yang menuju  bisnis utama  yang sedang saya rintis saat ini.

Saya datang ke rumah beliau untuk mengantarkan pesanan dvd acara ulang tahun perkumpulan dokter – dokter angkatan  darat dimana sumai beliau adalah salah satu dokter di sana.

Hal menarik yang menjadi perbincangan pada pagi ini adalah cerita mengenai bagiamana beliau mendidik cucunya yang bernama adinda, dinda ini anaknya terlihat cerdas pintar dan juga santun, kenapa saya bilang cerdas karena saya sering bertemu pada saat saya berkunjung kerumah beliau dan sering ngobrol denngan dinda ,dari cara berbicaranya terlihat bahwa anak tersebut pintar dan smart bahkan saya cenderung kagum anak seusia dia yang baru kelas sd tapi sudah paham dan banyak kosa kata ilmiah yang terucap dari mulutnya yang terkadang menyentil hati nurani saya lah saya yang saat ini studi di master degree aza ngobrol suka ngaco ini anak kecil lebih better dari saya jadi tersindir deh.

Ok saya kembali Ibu Sri dalam mendidik cucunya satu yang jadi kebiasaaan beliau, dari kecil dinda selalu diperdengarkan lagu classic mozart dan teman – temanya pada saat waktu dinda belajar ataupun pada saat pagi – pagi , seperti pagi ini walaupun dinda tidak berada di rumah tetapi music classic juga di setel dan diperdengarkan ke seluruh rumah .

Beliau mengajarkan ke cucunya : makan mie boleh tapi dua hari sekali, jadi ceritanya cucunya itu suka makan mie tetapi dari sisi kesehatan mie mestinya kurang baik bagi kesehatan tetapi cara penyampaiannya bukan langsung melarang “kamu ndak boleh makan mie” tetapi dengan cara – cara yang elegan seperti diatas. Contoh ajaran yang lain lagi : beliau mengajarkan ke cucunya agar tidak jajan di sekolah tetapi di bawaain bekel makanan dari rumah nah suatu kali beliu menawarkan ke cucunya untuk membawa uang buat jajan dan cucunyapun membawanya dan jajan sampai dirumah cucunya cerita kalau jajan malah ndak enak ngantri pas dapat bel masuk sudah berbunyi berarti lebih enak bawa bekel makanan dari rumah “pelajaran di dalamnya adalah ditanamkan di anak bahwa jajan itu tidak selalu baik bahkan cenderung kurang baik dilihat dari beberapa sisi”.

Saat ini di ikutkan kegiatan tari yang pentasnya ada di dalam dvd yang saya gandakan pada saat ini, jadi walaupun dia anak yang tinggal di jakarta tetapi dalam hal budaya di kenalkan semenjak kecil agar budaya nenek – moyangnya bisa di mengerti dan di sukai dari semenjak dini.

Wah jadi kefikir bagaimana nanti saya mendidiknya anak nanti ya? tentunya pelajaran berharga ini saya camkan dalam diri dan nanti akan menjadi modal dalam mendidiknya  setelah lahir kedunia.

RENUNGAN INDAH – W.S. Rendra

Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi mengapa aku tak pernah bertanya
Mengapa Dia menitipkan padaku???
Untuk apa Dia menitipkan padaku???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukum bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika
Aku rajin beribadah, maka selayaknya lah derita menjauh dariku, dan nikmat kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”.

* Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas ranjang Rumah Sakit.

Sumber

Maafkan aku Istriku

Sore tadi seperti biasa menjemput istriku ke kantornya sepulang kerja, selepas ashar tepatnya jam 5.30. Menggunakan jam istirahat di kantorku aku berangkat dari BiNus mengikuti jalur batusari, menuju daan mogot menembus kemacetan dan sampailah ke arah INDOSIAR ternyata di sana di sambut lagi kemacetan walaupun tidak terlalu parah tetapi cukup menghambat kecepatan jalan motorku.

Akhirnya sampailah di kantor istriku di bilangan jelambar terlihat istriku berdiri di depan kantor menunggu dengan wajah agak pucat karena lelah, ku ucapkan maaf walaupun dalam hati aku hanya mampu bertanya sudah lama menunggu ? semoga anak buah cinta kami yang sedang di kandung bisa memberikan support dan semangat agar Bundanya bisa terus bersabar dan semangat.

Maafkan aku Istriku I LOVE YOU.

Perkara-perkara yang perlu diamalkan oleh suami ketika isteri mengandung :

a. Suami hendaklah banyak bertaubat kepada Allah SWT

b. Banyak membaca Al-Quran dan mengharapkan agar anak yang ada dalam kandungan isteri akan memahami keinginan baik yang terkandung dalam Al-Quran tersebut.

c. Suami hendaklah banyak berpuasa sunat, Isnin dan Khamis dll.

d. Suami hendaklah rajin mengerjakan solah berjemaah.

e. Elakkan pergi ke tempat yang tidak dibenarkan syarak.

f. Rajin menghadiri majlis ilmu dan orang-orang soleh.

g. Suami hendaklah banyak bersabar dalam menjalin hubungan dengan isteri.

h. Dilarang memakan benda-benda haram, begitu juga dilarang memberi isteri rezeki yang tidak halal, rasuah serta wang riba.

i. Banyak membaca doa keselamatan isteri yang sedang mengandung dan keselamatan anak dalam kandungan.

j. Dilarang membuka aurat kerana dikuatiri mempengaruhi akhlak anak yang akan lahir nanti.

k. Suami hendaklah menjauhi diri daripada marah dan benci pada isteri.

l. Banyak membaca surah Al Fatihah, Luqman, Yasin, Yusuf, Surah An Nahl ayat 78, surah Al A’raf ayat 189 dan ayat Kursi.

Sumber