Category Archives: Entrepeneurship

Sedekah Untuk Ngejar OMSET

Saya punya 3 hukum yang mesti kawan-kawan ingat dan catat.

Hukum #1:
“Rezeki datangnya dari Allah, bukan dari Pembeli…”

Hukum #2:
“Yang menggerakkan hati orang lain beli ke kita adalah Allah, bukan Penjual…”

Hukum #3:
“Cara terbaik melariskan jualan kita adalah Tembak ke pemilik Servernya Langsung, yakni Allah…”

Makanya, jualannya harus jujur. Continue reading

PUSING DENGAN PERMASALAHAN HIDUP? WOLEZ AZA

Saya sering banget lah mengalaminya seperti itu namanya juga kehidupan. Seiring berjalanya waktu tentu makin banyak hal yang di hadapi..

Dari niat baik membantu orang saja bisa jadi bencana atau gelombang dalam kehidupan.

Ceritanya saya melihat ada orang jualan di MBK deket lapak saya di hari minggu di depan gereja MBK sang timur.

Saya sudah melapak dari 2014 kalau ndak salah .. menyewa ke orang di sana. Continue reading

PINTAR BERMAIN PERAN TAPI TETAP JUJUR

Dalam menjalankan usaha diperlukan kemampuan untuk pintar bermain peran.

Bagaimana memperlakukan kawan, sahabat, customer, pelanggan dan orang di sekitar kita.

Saat ada yang usil kita mesti pinter juga menghadapinya tak harus berperang tapi pergunakan kata – kata yang aduhai hadapi dengan kelembutan bukan berarti kita ngalah ya gaess. Continue reading

Mencari motivasi dari kawan sekitar

Yang namanya hati itu guys cepet banget berbolak – baliknya, dipengaruhi alam sekitar kita. Saat ada yang teriak marah otomatis bisa langsung merespond ikut marah juga. “Hoi ngapain loe marah – marah mau ngajak perang” padahal dalam beberapa menit yang lalu penuh canda dan tawa.

Saya sendiri sering mengalami fluktuasi emosi ini, entah karena lingkungan tontonan dan apa yang di terima oleh panca indera. Apa memang sudah zamannya ya saat ini jadi mudah banget yang namanya emosi tersulut dan mental juga mudah down semangat mudah loyo. Continue reading

BELAJAR DARI JUNIOR

Usia boleh lebih dulu lahir, boleh merasa kita lebih lama dan lebih tau, itu betul dan alami.Tetapi saya makin kemari kok merasa pengetahuan dan ilmu saya makin jauh dari kata cukup. Makin berkurang bahkan junior – junior saya pun sudah banyak yang melampaui saya dalam berwirasuaha dalam pendidikan.

Memaksa saya untuk belajar kembali, menghilangkan kecanggungan, belajar dari para junior bagaimana mereka bisa maju diatas saya. Dan sepertinya memang begitulah gak ada batasan bahwa usia jaminan lebih sukses lebih berhasil. Continue reading

KERJA CERDAS ITU BAGAIMANA SIH?

Sering kali saya denger kerja cerdas, bukanya semenjak kecil dulu kita di didik untuk kerja keras kalau bisa lembur – lembur deh bahkan di jawa ada mitos kalau mau berhasil harus betah melek alias tidurnya sedikit. Kalau mau sukses harus kuat tirakat kurangin makan kurangin tidur dan kerja KERAS.

Apakah konsep kerja KERAS ini masih sesuai dengan perkembangan jaman NOW? menurut saya sendiri sih ada benarnya juga apabila kerja keras ini di artikan sebagai semangat kerja yang pantang mundur menghilangkan kemalasan diri dan terus bergerak biar bertumbuh..

Kalau kemaren saya sedikit menyinggung masalah kerja CERDAS, sebenarnya apa sih yang di maksud dengna kerja cerdas itu ? apakah kerja yang nilai IPK kuliahny 4 atau nilai sekolahnya 10 jadi orang yang IQ atau kederdasanya tingkat dewa? Ok Deh sebaiknya kita cari referensi para pakar dibidangnya ya..daripada ngawur nanti malah tersesat.

Menurut Belle Beth Cooper, pembuat konten di Buffer, bekerja cerdas bukanlah tentang mengalokasikan waktu lebih panjang untuk melakukan suatu pekerjaan. Bekerja cerdas adalah upaya menyeimbangkan seluruh lini kehidupan agar nantinya membawa dampak positif pada produktivitas.

“Di Buffer, kami menekankan kepada seluruh anggota tim untuk bekerja dengan lebih cerdas. Seluruh anggota tim harus punya waktu tidur yang cukup, mendapatkan waktu untuk berolahraga, punya kesempatan berekreasi — dengan begini mereka akan lebih produktif saat bekerja.

Selama ini banyak orang terjebak dalam pusaran kerja terlalu keras. Mereka tidak bisa berhenti menyentuh pekerjaan dan memikirkan berbagai tugas yang harus diselesaikan — meski di hari libur sekalipun. Kita terlalu mudah untuk jatuh pada lingkaran yang bernama: selalu bekerja setiap saat”

Nah kan menurut pakar di atas kerja cerdas adalah terjadiinya keseimbangan kehidupan , tidur cukup istirahat cukup , bekerja juga ada tricknya.

Dengan berkembanganya media teknologi saat ini tentu pekerjaan pun berubah MISAL kalau jaman OLD bekerja itu ya ke kantor berangkat pagi pulang sore atau perlu malam , melewati kemacetan jalan stresss, lelah , marah – marah.. dan dan dan… itu jadi RITUAL setiap hari terutama di IBUKOTA.

Nah kalau bekerja CERDAS saat ini proses pekerjaan mulai bisa tergantikan dengan sistem ONLINE walaupun belum 100 % bisa tergantikan minimal sudah ada PELUANG di sini, misal di dunia pendidikan sudah ada E-LEARNING pendidikan menggunkanan dunia maya yang bisa di lakukan jarak jauh, di bisnis bukan banyak lagi E-COMMERCE sekarang lagi booming banyak MARKETPLACE bertumbuh : tokopedia, shoope, buka lapak dll  belum yang INDIVIDU. Di Dunia Trasportasi tentau kita semua paham bagaimana Gojek yang dulu kalau mau pesen kadang mesti jalan kaki ratusan meter ke pangkalan (pengalaman pribadi) sekarang kita bisa pesen dari kamar tidur kita, dulu mau makan makanan favorit mesti datang ke restaurang atau ke tempat dimana makanan di jual sekarang tinggal pesan bayar sampai.

ITU sebagai contoh kerja CERDAS yang sudah ada di sekitar kita, nah bagaimana dengan kita ? saya sendiri sudah mulai mencoba untuk bekerja dari RUMAH, tidak mudah memang belajar dari NOL kembali, meninggalkan kenyamanan KANTOR yang sudah saya bangun dari NOL juga dari tahun 2008 sampai 2017 artinya 20 tahun lebih saya kerja Kantoran dari Hotel pindah ke KAMPUS mulai dari cleaning service terakhir jadi MANAGER IT.

Tapi di lubuk hati saya keinginan MANDIRI jadi entrepreneur memang sudah terpendam lama dan selalu terucap dalam doa -doa saya , dan di 2017 tuhan membuatkan alur saya untuk mundur dari pekerjaan kantoran dan mulai mandiri dari NOL.