Category Archives: Daily

Putra kedua

menangisTanggal 9 April saya mendapat tanggung-jawab  kembali dengan terlahirnya putra kedua kami. Proses kelahiran normal. Saat melahirkan bunda CDK belum sampai mengambil cuti. Rencana mengambil cuti minggu depannya tetapi saat kembali dari ngantor si bunda mulai kerasa.

Tanggal 8 sore selepas jam kantor sekitaran jam 5.30  bunda sudah terasa ingin melahirkan dan menyampaikan ingin pulang dulu kerumah , sempat saya iyakan tetapi saat saya berfikir ulang saya telpon bunda untuk langsung menuju RS Harapan kita, takutnya bunda melahirkan di jalan. Akhirnya bunda menuju RS menggunakan Bis kota sedangkan saya masih menunggu pulang  kantor sampai magrib. Saya langsung meluncur ke RS dan berjumpa bunda di UGD tempat pemeriksaan pertama. Selesai pemeriksaan kami membereskan pendaftaran dan mencari kamar kelas I dan sibunda di bawa ke kamar bersalin di lantai 3. Semalam kami menunggu tetapi proses pembukaan belum  tuntas. Continue reading

Beli Kasur Springbed

578527_434298369949597_1483240542_nSemenjak saya menikah di tahun 2009 baru saat ini kami memutuskan untuk membeli tempat tidur springbed. Awal – awal menikah  saya berfikir cukup menggunakan kasur busa. Sebenarnya saya sudah dua kali membeli kasur, pertama kasurnya ibu kos,  saat saya pindah ketempat istri kasurnya saya bayar Rp .100,000,- sampai saat ini masih terpakai tapi mulai ada beberapa tempat yang sobek dan membuat berdebu . Kedua saya membeli kasur  di toko furniture  depan perumahan casagoya, saat itu saya beli seharga RP 800.000, saat ini kondisinya sudah mengenaskan karena mulai meleyot kanan kiri, sesuai harga yang mampu saya beli saat itu.

Continue reading

Pulang pacitan

JpegTahun 2015 sudah datang semoga semua mimpi bisa tereksekusi, harapan kehidupan yang lebik baik dan lebih indah menjadi doa di awal tahun ini. Akhir desember 2014 saya pulang kepacitan, sesuai rencana yang saya buat di awal tahun 2014 , walaupun tidak mulus 100 persen.

Tepatnya tanggal 19 Desember saya pulang ke pacitan, berangkat jam 1 siang, diiringi hujan deras dan banjir, saya juga sempat berganti baju karena basah kuyub. Perjalanan kali ini menjadi  petualangan pertama saya menyetir dari jakarta ke pacitan,  di temani  ifan horse yang menunggu tol bekasi timur. Perjalanan menuju bekasi lancar saat sampai bekasi jalan sangat padat merayap membuat kaki saya pegal-pegal . Jam 4 sore akhirnya saya berjumpa dengan ifan di bekasi timur, bener juga kalau ocean netizen yang mengatakan kebekasi mesti naik roket (just hiperbola). Nyetir neng lela selanjutnya di gantikan mas ifan horse. Neng lela terus di geber sampai malam hari, kami berhenti hanya untuk ke toilet dan mengisi pertamax . Continue reading

Anak kedua

babyPuji syukur ke haribaan Allah SWT rencana kami untuk memiliki anak kedua di kabulkan. Saat saya sakit kemaren bunda cdk sebenarnya awalnya ingin ke RS untuk mengecek kehamilan. Walaupun bunda galaw karena saya mesti operasi tetapi tetap saya sarankan untuk ngecek dan alhamdullilah si bunda hamil 5 minggu setelah di cek oleh dokter Hasnah Siregar.

Beliau ini salah satu dokter yang dulu sempat bertemu saat CDK dalam kehamilan di rumah sakit Harapan Kita, pertama ketemu kelihatan sangar dan galak banget, bunda cdk sempat mau berantem mulut karena waktu itu kami datang ngecek sudah di bulan ke 5 atau lebih, saat di tanya detail pengecekan dokter sebelumnya ada yang belum di lakukan oleh dokter yang lama. Continue reading

Daihatsu ayla

JpegSaat saya pergi ke ITC permata hijau untuk mengantar CDK membeli kemah – kemahan saya ketemu pameran mobil. Saya lihat – lihat sebentar eh di tawari oleh mas arifin  marketing dari daihatsu palmerah.

Saya lihat sebentar dan saya bilang yang ini bagus juga berapa harganya,tepatnya saat itu saya melihat daihatsu ayla ? saya tertarik dikarenakan warnanya putih dan dari dulu saya mengimpikan kalau punya mobil yang kecil dan imut, malah saya pengen punya mobil smart for two. Setelah mengecek saldo dan saya perkirakan cukup buat dp saya bilang boleh deh saya ambil ayla putih tipe x MT (manual ngeri kalau matic dah parno duluan), saya awalnya gak ada rencana untuk membeli mobil karena saya tertarik saat melihat dan sreg akhirnya saya bilang seperti itu tanpa ada penelusuran detail sama sekali hanya modal gila dan nekad. Saat itu juga saya bayarkan tanda jadi sebesar Rp 1.000,000,-. Continue reading

Suradita residence

Gerbang UtamaSudah dari kemaren ingin menulis mengenai perumahan yang satu ini, tetapi malesnya gak ketulungan, blog ini pun sudah lama terlantar tidak ada coretan tulisan keluh kesah kehidupan sehari – hari saya. Okelah tak usah banyak bacincong lagi, ceritanya saya dan bunda cdk lagi getol – getolnya mimpi memiliki rumah sendiri nih, di mindmap yang terpasang di tembok kamar saya tulis dengan spidol hitam, tahun 2014 ini target memiliki rumah sendiri,  supaya bisa berpindah dari pondok mertua yang kadang indah kadang tidak indah.

Mimpi saya pasti tetap memiliki rumah di perumahan casagoya di belakangnya kampus binus anggrek, tetapi berhubung uang yang ada belum memungkinkan maka pencarian saya belokkan dulu ke jalur kantor saya di bilangan gading serpong, kualifikasi pertama yang harus di penuhi adalah perumahan yang ada di jalur kereta alasannya adalah saya ndak betah dengan kemacetan jalan yang membuat nightmare (meminjam istilah pak tomy salah satu Phd yang bekerja di center kampus surya, saat saya tanya bagaimana rasanya tinggal di indonesia dengan traffic jamnya di jawablah nightmare, beliau 30 tahun lebih tinggal di uk). Continue reading

New Office @ Surya University

sure-centerHari senin 22 Juli 2013 saya memulai babak baru kehidupan,  berpindah pekerjaan ke  SURYA UNIVERSITY Jl. Scientia Boulevard Blok U/7 Summarecon Serpong, Banten – INDONESIA.

Berangkat dari rumah jam 6. 35 menit saya di bonceng istri dari rumah lewat jalan gili samping masuk komplek dpr, mampir kampus binus syahdan (sedikit mengingatkan masa dimana saya bekerja 14 tahun dibinus dan di akhir 2012 saya mengajukan pengunduran diri untuk cracking zone)  untuk mengambil uang di ATM, selanjutnya saya menembus jalan samping polsek palmerah , hotel pitagiri , kompas dan berhenti di pasar , saya lanjutkan berjalan kaki ke stasiun palmerah. Sampai di stasiun kereta sudah diumumkan akan datang, waduh ngantri pula jadi dag dig dug der bisa bisa ketinggalan kereta ini waktu menunjukkan jam 7 lewat 2 menit. Continue reading