Category Archives: Communication

Definisi Komunikasi

randomdefiniskomunikasiKata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari kata Latin communis yang berarti " sama" communico, communicatio, atau communicare yang berarti " membuat sama" ( to make common). Istilah (communis) adalah istilah yang paling sering di sebut sebagai asal – usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata kata Latin yang mirip.

Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan di anut secara sama. Kata lain yang mirip adalah komunitas ( community) yang juga menekankan kebersamaan dan kesamaan. Komunitas berarti sekumpulan orang yang berkelompok atau hidup bersama untuk mencapai tujuan terntentu dan mereka berbagi makna dan sikap.

Misalkan kelompok partai politik, mereka biasanya menjadi setu kelompok besar yang bisa di sebut community. Di sekolah misalkan ada kelompok kelas satu atau kelompok anak kelas dua mereka bisa di sebut community sekolah dan lain sebagainya. Tanpa komunikasi tidak ada komunitas kenapa ? karena tanpa komunikasi komunitas tidak bisa berbagai pengalaman emosi bersama dan komunikasi menjelaskan adanya kebersamaan itu.

Komunikasi itu apa ya?

communication_01Sebagai makluk sosial kita hidup di dunia ini selalu berhubungan dengan orang lain. Di rumah enaknya ngapain ? ngobrol dengan Ibu , Bapak, saudara keponakan adik kakak nenek kakek semua yang menjadi anggota keluarga apalagi kalau ada hal yang seru untuk di bicarakan semangat banget semisal yang lagi hangat nih ngobrolin tentang situasi terakhir kasus situ gintung.

Pasti tertarik donk ngobrolin atau ngomongin bagiamana sebuah danau sebesar 21 hektar jebol dan airnya meluluh lantakkan apapun yang di sekitarnya tidak pandang bulu dari bayi sampai orang tua di hajar oleh keganasannya. Hal itu di sebut komunikasi : coba saya ambil pengertian komunikasi menurut wikipedia :"Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masihdapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal". Dari pengertian ini bisa di coba dipilah ada apa aza sih di dalamnya yaitu : Proses penyampaian pesan. Pihak yang menyampaikan dan pihak yang menerima dari pada pesan.

Tujuannya untuk mempengaruhi di antara keduanya. Komunikasi bisa di bagi menjadi dua yaitu verbal ( kata – kata , lisan) dan Non Verbal ( gerak badan, kerlingan mata, senyuman, wajah angker ataupun pelototan mata).

eye_contact

Ternyata komunikasi itu adalah suatu proses yang menarik untuk di pelajari. Terkadang untuk berbicara dengan orang itu tidak mudah apalagi dia pimpinan atau orang yang mempunyai jabatan akan terasa sulit jangankan berbicara untuk bertemu aza sudah serem tetapi itu semua manusiawi kan. Dan bagaimana caranya agar bisa berkomunikasi yang baik , tidak serem ,tidak deg degan mengungkapkan pendapat dengan tenang ? banyak cara untuk melakukannya.

Faktor komunikasi memegang peranan penting bagaimana pembicaraan kita menjadi menarik dan nyaman. Hal yang perlu selalu di ingat bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pesan, pada saat penyampaian pesan itu terkadang tidak selalu mulus atau ada gangguan semisal bahasa tidak jelas suara kurang keras atau malah tidak di mengerti sama sekali dengan adanya faktor deg – degan tadi, hal – hal seperti ini perlu di perhatikan trus di tambahkan juga dengan tatapan mata. Tatapan mata itu mengandung unsur penting kenapa dengan tatapan mata ini terlihat banyak makna di dalamnya.

Contoh kalau mata melotot bisa di artikan kaget takut atau malah marah atau terpesona. Dari tatapan mata ini kita mesti pintar menggunakanya semisal berbicara sesama teman dengan penuh pengertian dengarkan dengan baik perhatikan dengan penuh semangat berikan tanggapan ke teman kita ambil salah satu kata dari dia dan tanyakan maka teman kita akan merasa di perhatikan dan di dengarkan apa yang dia bicarakan maka komunikasi akan berjalan dengan baik dan menyenangkan. Inilah yang di sebut proses penyampaian pesan kalau pesan sudah di sampaikan dengan baik, jelas tidak ada gangguan selanjutnya adalah si penerima pesan akan merespon memberikan tanggapan seperti yang kita inginkan. Kalau di judul tulisan saya di atas ada pertanyaan

Komunikasi itu apa ya?

Jadi komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang yang memberikan pesan ke seseorang yang menerima pesan dengan maksud untuk mendapatkan respon atau tanggapan. Satu definisi tentang komunikasi sudah di bahas selanjutnya dengan definisi dari sumber lain.

Menuju pemahaman Terhadap bagaimana jangkauan pemberitaan dan pemasaran mempengaruhi persepsi sikap dan tingkah laku pelanggan

Penilaian dari dampak jangkauan berita dan pemasaran pada persepsi pelanggan yang di kelola oleh organisasi berbeda dalam perusahaan besar, atau oleh pemasaran berbeda dan agen hubungan media. Akibatnya, sangat sedikit kerja telah dilakukan untuk mengetahui apakah dan bagaimana kedua bentuk komunikasi berinteraksi. Jika kita dapat memahami bagaimana jangkauan berita berinteraksi dengan bentuk lain dari komunikasi pemasaran kita akan dalam posisi untuk mengembangkan rencana komunikasi yang lebih efektif dan efisien. Pelajaran yang di laporkan di sini telah mengambil beberapa langkah-langkah pertama menuju pemahaman kondisi di mana jangkauan berita berinteraksi dengan pemasaran untuk mempengaruhi sikap dan persepsi pasar.

Mendengar

mendengarSeringkali saya memperhatikan orang pintar untuk berbicara berargumentasi dan mumpuni dalam melobi. Dari cara bicaranya kelihatan cerdas terlihat bagaimana intelktualiasnya  dalam tataran  tingkat yang tinggi. Dalam memberikan ceramah di depan ratusan bahkan ribuan terlihat lantang jagonya dalam hal public speakking dan terlihat tidak ada celah atau minus yang dimiliki.

Sebagai seorang pemimpin dia terlihat begitu berwibawa dan pintar dalam segala hal. Tapi di balik itu semua orang – orang sekitar melihat bahwa dia adalah pribadi yang bawel suka ngoceh dan malah terlihat angkuh. Salah satu hal yang perlu di perhatikan adalah dia saking pedenya jarang mendengar dan meraba bagaimana orang lain melihat dirinya bagaimana orang lain tidak hanya menjadi pendengar tapi juga ingin di denarkan . Kemampuan mendengar dan kepedulianya kurang peka. Hal seperti ini sangat perlu mendapatkan perhatian dalam berhubungan dengan orang lain.

Hal yang paling buruk adalah mengaharapkan orang lain mendengar tapi dirinya sendiri tidak mau mendengar lambat laun pasti akan membawa efek negatif dalam kehidupan. Rasullulah salah seorang contoh yang memberikan pelajaran bahwa apabila berbicara perhatikan lah wajahnya dan dengarkan dan perhatikan saudaramu kurang lebih maknanya seperti itu . Luar biasa pelajaran moralitas tinggi.

Saya pribadi kalau berbicara di dengarkan di mengerrti bahkan bisa mendapatkan respon saya merasa senang nyaman bahkan saya  akan memberikan penghormatan terhadap orang yang mau mendengarkan tersebut. Sungguh mulia seseorang yang mau mendengarkan orang lain tidak hanya di dengarkan.

Bagaimana menjadi pendengar yang baik? akan saya lanjutkan di posting berikutnya .


Difusi Inovasi – Just Theory

Apakah Difusi Inovasi itu?

Inovasi

Secara umum, inovasi didefinisikan sebagai suatu ide, praktek atau obyek yang dianggap sebagai sesuatu yang baru oleh seorang individu atau satu unit adopsi lain. Thompson dan Eveland (1967) mendefinisikan inovasi sama dengan teknologi, yaitu suatu desain yang digunakan untuk tindakan instrumental dalam rangka mengurangi ketidak teraturan suatu hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi, inovasi dapat dipandang sebagai suatu upaya untuk mencapai tujuan tertentu.
Fullan (1996) menerangkan bahwa tahun 1960-an adalah era dimana banyak inovasi-inovasi pendidikan kontemporer diadopsi, seperti matematika, kimia dan fisika baru, mesin belajar (teaching machine), pendidikan terbuka, pembelajaran individu, pengajaran secara team (team teaching) dan termasuk dalam hal ini adalah sistem belajar mandiri.

Difusi
Difusi didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu selama jangka waktu tertentu terhadap anggota suatu sistem sosial. Difusi dapat dikatakan juga sebagai suatu tipe komunikasi khusus dimana pesannya adalah ide baru. Disamping itu, difusi juga dapat diangap sebaai suatu jenis perubahan sosial yaitu suatu proses perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi sistem sosial. Jelas disini bahwa istilah difusi tidak terlepas dari kata inovasi. Karena tujuan utama proses difusi adalah diadopsinya suatu inovasi oleh anggota sistem sosial tertentu. Anggota sistem sosial dapat berupa individu, kelompok informal, organisasi dan atau sub sistem.

Unsur-Unsur Difusi Inovasi

Proses difusi inovasi melibatkan empat unsur utama, meliputi 1) inovasi; 2) saluran komunikasi; 3) kurun waktu tertentu; dan 4) sistem sosial.

Komunikasi dan Salurannya

Komunikasi adalah proses dimana partisipan menciptakan dan berbagi informasi satu sama lain untuk mencapai suatu pemahaman bersama. Seperti telah diunkapkan sebelumnya bahwa difusi dapat dipandang sebagai suatu tipe komunikasi khusus dimana informasi yang dipertukarkannya adalah ide baru (inovasi). Dengan demikian, esensi dari proses difusi adalah pertukaran informasi dimana seorang individu mengkomunikasikan suatu ide baru ke seseorang atau beberapa orang lain. Rogers menyebutkan ada empat unsur dari proses komunikasi ini, meliputi: 1) inovasi itu sendiri; 2) seorang individu atau satu unit adopsi lain yang mempunyai pengetahuan atau pengalaman dalam menggunakan inovasi; 3) orang lain atau unit adopsi lain yang belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan inovasi; dan 4) saluran komunikasi yang menghubungkan dua unit tersebut. Jadi, dapat disimpulkan bahwa komunikasi dalam proses difusi adalah upaya mempertukarkan ide baru (inovasi) oleh seseorang atau unit tertentu yang telah mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan inovasi tersebut (innovator) kepada seseorang atau unit lain yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai inovasi itu (potential adopter) melalui saluran komunikasi tertentu.
Sementara itu, saluran komunikasi tersebut dapat dikategorikan menjadi dua yaitu: 1) saluran media massa (mass media channel); dan 2) saluran antarpribadi (interpersonal channel). Media massa dapat berupa radio, televisi, surat kabar, dan lain-lain. Kelebihan media massa adalah dapat menjangkau audiens yang banyak dengan cepat dari satu sumber. Sedangkan saluran antarpribadi melibatkan upaya pertukaran informasi tatap muka antara dua atau lebih individu.

Waktu

Waktu merupakan salah satu unsur penting dalam proses difusi. Dimensi waktu, dalam proses difusi, berpengaruh dalam hal: 1) proses keputusan inovasi, yaitu tahapan proses sejak seseorang menerima informasi pertama sampai ia menerima atau menolak inovasi; 2) keinovativan individu atau unit adopsi lain, yaitu kategori relatif tipe adopter (adopter awal atau akhir); dan 3) rata-rata adopsi dalam suatu sistem, yaitu seberapa banyak jumlah anggota suatu sistem mengadopsi suatu inovasi dalam periode waktu tertentu.

Sistem Sosial

Sangat penting untuk diingat bahwa proses difusi terjadi dalam suatu sistem sosial. Sistem sosial adalah satu set unit yang saling berhubungan yang tergabung dalam suatu upaya pemecahan masalah bersama untuk mencapai suatu tujuan. Anggota dari suatu sistem sosial dapat berupa individu, kelompok informal, organisasi dan atau sub sistem. Proses difusi dalam kaitannya dengan sistem sosial ini dipengaruhi oleh struktur sosial, norma sosial, peran pemimpin dan agen perubahan, tipe keputusan inovasi dan konsekuensi inovasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Adopsi Inovasi

Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa tujuan utama proses difusi adalah agar diadopsinya suatu inovasi. Namun demikian, seperti terlihat dalam model proses keputusan inovasi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi tersebut. Beriku ini adalah penjelasan dari beberapa faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi.

Karakteristik Inovasi

Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi meliputi: 1) keunggulan relatif (relative advantage), 2) kompatibilitas (compatibility), 3) kerumitan (complexity), 4) kemampuan diuji cobakan (trialability) dan 5) kemampuan diamati (observability).
Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik/unggul dari yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi, seperti segi eknomi, prestise social, kenyamanan, kepuasan dan lain-lain. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi, semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi.
Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible).
Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi.
Kemampuan untuk diuji cobakan adalah derajat dimana suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu. Suatu inovasi yang dapat di uji-cobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Jadi, agar dapat dengan cepat diadopsi, suatu inovasi sebaiknya harus mampu menunjukan (mendemonstrasikan) keunggulannya.
Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu inovasi, semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif; kesesuaian (compatibility); kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, maka semakin cepat kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi.

Saluran Komunikasi

Tujuan komunikasi adalah tercapainya suatu pemahaman bersama (mutual understanding) antara dua atau lebih partisipan komunikasi terhadap suatu pesan (dalam hal ini adalah ide baru) melalui saluran komunikasi tertentu. Dengan demikian diadopsinya suatu ide baru (inovasi) dipengaruhi oleh: 1) partisipan komunikasi dan 2) saluran komunikasi.
Dari sisi partisipan komunikasi, Rogers mengungkapkan bahwa derajat kesamaan atribut (seperti kepercayaan, pendidikan, status sosial, dan lain-lain) antara individu yang berinteraksi (partisipan) berpengaruh terhadap proses difusi. Semakin besar derajat kesamaan atribut partisipan komunikasi (homophily), semakin efektif komuniksi terjadi. Beitu pula sebaliknya. Semakin besar derajat perbedaan atribut partisipan (heterophily), semakin tidak efektif komunikasi terjadi. Oleh karenanya, dalam proses difusi inovasi, penting sekali untuk memahami betul karakteristik adopter potensialnya untuk memperkecil “heterophily”.
Sementara itu, saluran komunikasi juga perlu diperhatikan. Dalam tahap-tahap tertentu dari proses pengambilan keputusan inovasi, suatu jenis saluran komunikasi tertentu memainkan peranan lebih penting dibandingkan dengan jenis saluran komunikasi lain. Hasil penelitian berkaitan dengan saluran komunikasi menunjukan beberapa prinsip sebagai berikut: 1) saluran komunikasi masa relatif lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran antar pribadi (interpersonal) relatif lebih penting pada tahap persuasi; 2) saluran kosmopolit lebih penting pada tahap penetahuan dan saluran lokal relatif lebih penting pada tahap persuasi.3) saluran media masa relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran antar pribadi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter); dan 4) saluran kosmopolit relatif lebih penting dibandingkan denan saluran local bagi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter).

Karakteristik Sistem Sosial
Difusi inovasi terjadi dalam suatu sistem sosial. Dalam suatu sistem sosial terdapat struktur sosial, individu atau kelompok individu, dan norma-norma tertentu. Berkaitan dengan hal ini, Rogers (1983) menyebutkan adanya empat faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi. Keempat faktor tersebut adalah: 1) struktur sosial (social structure); 2) norma sistem (system norms); 3) pemimpin opini (opinion leaders); dan 4) agen perubah (change agent).
Struktur social adalah susunan suatu unit sistem yang memiliki pola tertentu. Struktur ini memberikan suatu keteraturan dan stabilitas prilaku setiap individu (unit) dalam suatu sistem sosial tertentu. Struktur sosial juga menunjukan hubungan antar anggota dari sistem sosial. Hal ini dapat dicontohkan seperti terlihat pada struktur oranisasi suatu perusahaan atau struktur sosial masyarakat suku tertentu. Struktur sosial dapat memfasilitasi atau menghambat difusi inovasi dalam suatu sistem. Katz (1961) seperti dikutip oleh Rogers menyatakan bahwa sangatlah bodoh mendifusikan suatu inovasi tanpa mengetahui struktur sosial dari adopter potensialnya, sama halnya dengan meneliti sirkulasi darah tanpa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang struktur pembuluh nadi dan arteri. Penelitian yang dilakukan oleh Rogers dan Kincaid (1981) di Korea menunjukan bahwa adopsi suatu inovasi dipengaruhi oleh karakteristik individu itu sendiri dan juga sistem social dimana individu tersebut berada.
Norma adalah suatu pola prilaku yang dapat diterima oleh semua anggota sistem social yang berfungsi sebagai panduan atau standar bagi semua anggota sistem social. Sistem norma juga dapat menjadi faktor penghambat untuk menerima suatu ide baru. Hal ini sangat berhubungan dengan derajat kesesuaian (compatibility) inovasi denan nilai atau kepercayaan masyarakat dalam suatu sistem sosial. Jadi, derajat ketidak sesuaian suatu inovasi dengan kepercayaan atau nilai-nilai yang dianut oleh individu (sekelompok masyarakat) dalam suatu sistem social berpengaruh terhadap penerimaan suatu inovasi tersebut.
“Opinion Leaders” dapat dikatakan sebagai orang-orang berpengaruh, yaitu orang-orang tertentu yang mampu mempengaruhi sikap orang lain secara informal dalam suatu sistem sosial. Dalam kenyataannya, orang berpengaruh ini dapat menjadi pendukung inovasi atau sebaliknya, menjadi penentang. Ia (mereka) berperan sebagai model dimana prilakunya (baik mendukung atau menentan) diikuti oleh para penikutnya. Jadi, jelas disini bahwa orang berpengaruh (opinion leaders) memainkan peran dalam proses keputusan inovasi.
Agen perubah, adalah bentuk lain dari orang berpengaruh. Mereka sama-sama orang yang mampu mempengaruhi sikap orang lain untuk menerima suatu inovasi. Tapi, agen perubah lebih bersifat formal yang ditugaskan oleh suatu agen tertentu untuk mempengaruhi kliennya. Agen perubah adalah orang-orang professional yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan tertentu untuk mempengaruhi kliennya. Dengan demikian, kemampuan dan keterampilan agen perubah berperan besar terhadap diterima atau ditolaknya inovasi tertentu. Sebagai contoh, lemahnya pengetahuan tentang karakteristik strukstur sosial, norma dan orang kunci dalam suatu sistem social (misal: suatu institusi pendidikan), memungkinkan ditolaknya suatu inovasi walaupun secara ilmiah inovasi tersebut terbukti lebih unggul dibandingkan dengan apa yang sedang berjalan saat itu.

Referensi:
Rogers, Everett, M., “Diffussion of Innovation”, (Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co., 1983)
Plomp, Tjeerd & Donald P. Ely, “International Encyclopedia of Educational Technology”, (Cam-bridge, UK: Elsevier Science Ltd., 1996)

http://www.teknologipendidikan.net/category/research-and-evaluation

Pengertian Public Relation

  1. Public relations is the management functions that establishes and maintains mutually beneficial relationshif between an organization and the publics on whom its success of failure depends (Public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut) (Cutlip, 2007:6)
  2. Public relations is the management function which evaluates public attitides, identifies the policies and procedures of an individual or an organization with the public interest, and executes a program of action to earn public understanding and acceptance (PR adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap public, mengidentifikasi kebijakan dan atiurans eseorang atua organisasi demi kepentingan publik dan melaksnakan sesautu program kegiatan untuk memperoleh pengertian dan penerimaan publik) (Betrand R. Canfield, 1964:4)
  3. Public relation is a management function that helps achives organizational objectives, define philosophy and facilitate organizational change. Public relatios practitioners communicate with all relevant internal and external publics to develop positive relationship and to create concistency between organizational goals and societal expectations. Public relations pratitioners develop, execute and evaluate organizational programs that promote the exchange of influence and understanding among an organization’s constituent parts and publics (PR adalah fungsi manajemen yang membantu meraih tujuan organisasi, merumuskan filosofi dan memperantarai perubahan organisasi. Praktisi PR berkomunikasi dengan seluruh publik internal dan eksternal yang terkait untuk membangun hubungan positrif dan untuk menciptakan konsistensi antara tujuan organisasi dan harapan masyarakat. Praktisi PR mengembangkan, melaksnakan dan mengevaluasi program organisasi dengan mendorong pertukaran pengaruh dan pengertian antara bagian-bagian pokok dan publik organisasi) (Otin Baskin, et.al, 1997:5)
  4. Public relations is the continuing process by which management endeavors to obtains goodwill and understanding of its customers, its employees and the public at large, inwardly through self analysis and corrections, ourwardly through all means of expressions (PR adalah proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untik memperoleh itikad baik dan pengerrrtian dari langganannya, pegawainya dan public umumnya;kedalam dengan mengadakan analisa dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan) (J.C. Seidel)
  5. Public relations is the continued process of keying policies, services and actions to be the best of interest of those individual and groups whose confidence and goodwill an individual or institutions covets and secondly, it’s the ionterpretation of these policies, services and actions to assure complete understanding and appreciation (PR adalah kelanjuatan dari proses penetapan kebikajsanan, penetuan pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang-orang atau golongan atgar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan goodwill dari mereka. Kedua, pelaksanaan kebijaksanaaan, pelayanan dan sikap adalah untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya) (W.Emerson Reck)
  6. Public relations is the art of bringing about better public understanding which breeds greater public confidence for any individual or organization (PR adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian public yang lebih baik, yang dapat memperdalam kepercayaan public terhadap seseorang atau sesuatu oragnisasi atau badan) (Howard Bonham)
  7. Public relations is planned, persuasive communication designed to influence significant public ( Public relations adalah kegiatan komunikasi persuasif dan terencana yang didesain untuk mempengaruhi publik signifikan). ( John E. Marston dalam buku Modern Public Relations, Mc GrawHill, New York, 1979.)
  8. Public relation is a system of communication to create a goodwill ( Public relations adalah sebuah sistem komunikasi untuk menciptakan niat baik). ( Frank Jefkins & Daniel Yadin, Public Relations, Pearson Professional Limited, 5th edition, 1998.)
  9. Public relation adalah presentasi positif suatu organisasi kepada keseluruhan publiknya. ( Tony Greener, Dalam buku The Secret of Successfuls Public Relations, Alih bahasa Nuraki Aziz, Bumi Aksara , Jakarta, 1995.)
  10. Humas adalah komunikasi dua arah antara organisasi dengan publik secara timbal balik dalam rangka mendukung fungsi dan tujuan manajemen dengan meningkatkan pembinaan kerja sama dan penmenuhan kepentingan bersama. ( Onong Uchjana Effendy Dalam buku Hubungan Masyarakat, Pt Remaja Rosdakarya, Bandung.)
  11. Public relation adalah manajemen komunikasi antara organisasi dengan publiknya. ( Grunic & Hunt, James grunic dan Todd Hunt dalam buku Managing Public Relations, , New York, penerbit Holt, Rinehart dan Winston,)

Persepsi

persesi-kodokPersepsi itu apa sih? Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Proses kognisi dimulai dari persepsi. sumber.

Persepsi, menurut Rakhmat Jalaludin  adalah pengalaman tentang objek, peristiwa , atau hubungan – hubungan yang di peroleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. (1998: 51).

Cara pandang persepsi timbul karena adanya respon terhadap stimulus. Stimulus yang di terima seseorang sangat komplek, stimulus masuk ke dalam otak, kemudian di artikan, di tafsirkan serta di beri makna melalui proses yang rumit baru kemudian di hasilkan persepsi (Atkinson dan Hilgard, 1991 : 209).

Seringkali kita di hadapkan dengan berbagai hal dalam kehidupan. Mulai dari kehidupan keluarga, lingkungan kerja ataupun lingkungan dimana kita berada. Setiap berinteraksi  dengan banyak orang  akan timbul yang  persepsi. Persepsi timbul di karenakan kita sering bertukar informasi  atau  berinteraksi baik secara verbal maupun non verbal.

Misalkan kita melihat orang di sebuah tempat orang itu terlihat rapi , bersih wajah yang nyaman untuk dilihat, saya bisa mempersepsikan bahwa orang itu cakep, keren, rapi dan dalam kehidupannya orang itu adalah baik. Lain lagi bila saya melihat orang terlihat awut – awutan, bertato, mata yang penuh tatapan kesadisan tentu yang timbul di persepsi saya bahwa orang itu adalah orang jahat ataupun orang yang perlu di jauhi karena hawanya saja sudah  terlihat  membuat rasa takut. Nah bagaimana kalau hal itu terjadi dengan diri saya, saya sudah mencoba menjalankan sesuatu hal yang saya anggap betul mengikuti rule atau peraturan yang ada, berusaha menegur orang yang memang selakyaknya di tegur.

Persepsi orang terhadap saya bahwa saya ini adalah orang yang sok tahu sok pinter dan lain – lain. Itu adalah khasanah personal jika di tarik ke ranah yang lebih luas di dalam pekerjaan, dalam perusahaan akan pengaruh terhadap money tentunya. Satu hal yang perlu di ambil kesimpulan di sini bahwa kita terkadang berbeda persepsi dengan apa yang ada di benak orang lain. Dan hal ini yang terkadang memicu adanya konflik. Bagaimana menyelesaikan atau  setidaknya persepsi orang itu bisa di rubah atau di tempatkan pada persepsi yang sebenarnya?

Okay persepsi baik tentunya tidak jadi masalah justru nilai positif  dan yang di harapkan tetapi kalau persepsi buruk , siapa di dunia ini yang mau di persepsikan buruk ? tentunya tidak ada. Di kala kita terkena persepsi yang kurang bagus atau tidak baik satu caranya untuk menyelesaikan yaitu dengan memberikan INFORMASI. Kenapa dengan informasi ? misal saya di persepsikan orang bahwa saya sok pinter atau ndeso ( lah mang ndeso ya). Ya orang tersebut di ajak bicara dengan pembicaraan yang berisi bahwa saya kelihatan seperti itu karena memang saya suka yang tidak  berlebihan jangan karena logat trus dibilang ndeso padahal pimpinan di negeri ini adalah juga dari ndeso misalkan  dengan persuasi itu berarti kita telah memberikan iformasi .  Kemudian orang tersebut akan berfikir bahwa persepsi dia yang seperti itu mulai dengan sendirinya berubah atau setidaknya berkurang kecenderungan untuk negatif. Nah kekontinuitasan untuk memberikan informasi akan membuat persepsi semakin baik.

Jadi bisa di simpulkan bahwa persepi itu bisa di rubah dengan memberikan  INFORMASI terhadap seseorang atau kelompok atau organisasi yang memiliki persepsi tersebut, dan pemberian informasi ini tidak perduli informasi itu bermuatan negatif atupun positif.

Selanjutnya faktor – faktor apa yang mempengaruhi persepsi?

Komunikasi?

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Setiap hari kita pasti berkomunikasi, baik itu bicara , becanda tersenyum sedih bahkan meluapkan kegembiraan. Bahkan sekarang banyak sekolah yang mengkhususkan mempelajari komunikasi. Salah satu hal yang menunjang dalam keseharian  dan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan makhluk di muka bumi ini yaitu komunikasi. Sebenarnya apa sih komunikasi itu ? Untuk lebih jelasnya mari kita lihat definisi komunikasi dari para pakarnya :

Komunikasi adalah seluruh prosedur-prosedur dimana satu pikiran bisa mempengaruhi lainnya. ( Weaver, 1949)

Dari satu segi pandangan komunikasi, peristiwa itu mungkin saja mengamati dalam ketenaga-kerjaan [dari] simbol (tindakan), di bawah keadaan spesifik (pemandangan), oleh seorang individu atau individu(agen), menggunakan media terpilih (agensi) untuk akhir yang didefinisikan (tujuan). (Bobcock, 1952).

Komunikasi adalah proses dimana kita memahami lain serta pada gilirannya usaha untuk dipahami oleh mereka. adalah dinamis, secara terus-menerus berubah dan pergeseran sebagai jawaban atas total situasi. ( Hovland, Janis, and kalley 1953).

Komunikasi adalah proses dimana kita memahami lain serta pada gilirannya usaha untuk dipahami oleh mereka. Adalah dinamis, secara terus-menerus berubah dan pergeseran di/dalam respon ke/pada total situasi. (Andersen 1959)

Komunikasi adalah satu proses itu membuat umum ke/pada dua beberapa monopoli satu atau beberapa. (Gode 1959)

Komunikasi tidak mengacu pada verbal, exlicit, dan transmisi internasional [dari] pesan sendiri, konsep [dari] komunikasi akan meliputi semua proses itu dengan mana pengaruh orang satu sama lain. (Ruesh and Baterson 1961)

Komunikasi, pada dasarnya, stimulasi dalam pikiran [dari] lain dari secara esensial anda awereness, pemahaman, dan perasaan [dari] impotance peristiwa, perasaan, fakta, opini, atau situasi anda adalah attemting untuk melukiskan. ( Oliver, zelko, and Holzman 1962)

Komunikasi di antara manusia adalah seni informasi pemancar, ide-ide, dan sikap dari satu orang ke lainnya. (Amerly, ault, and A gree 1963)

Komunikasi adalah prosses dimana seseorang mengurangi ketidak-pastian tentang beberapa tatapan mata [dari] afair oleh pendeteksian [dari] isyarat/tongkat bilyard [yang] tampak [seperti] dia untuk [menjadi] relevan ke/pada kondisi itu.( Lewis 1963)

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan efek /tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik.

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Nah dari beberapa uraian definisi di atas kita jadi tau apa sih sebenarnya komunikasi so kita yang pengen sukses dalam kehidupan sehari hari sudah fardu ain mesti mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif. Sebagi contoh saya yang sehari-hari bekerja di bidang It dan secara umum orang – orang it itu sulit dalam komunikasi verbal karena biasanya kami melakukaan komunikasi melalui email ataupun media elektronik lainya sehingga untuk bicara dikala ketemu orang menjadi bahan yang jarang di lakukan ,beda benget di kala dulu saya masuk ke bidang pariwisata yang di tuntut selalu tersenyum dan menyapa siapa saja yang kita temui, sebenarnya alangkah indahnya kalau selain skill It yang ok tapi juga skill komunikasi verbal yang ok pula, sok pasti akan jadi nilai tambah. Dari sini saya coba menarik sedikit analisa seandainya ada orang ahli It tapi juga ahli komunikasi dari sisi nilai jual pasti akan lebih tinggi daya tawarnya. Gimana menurut anda ?

Study media

Perekonomian meletakkan kekuatan media di dalam proses ekonomi dan struktur ekonomi media . Proses keuangan struktur media, bagaimana dalam keuangan media itu kekuasaan ada pada siapa berpengaruh atau tidak terhadap struktur media (murdock). Ideologi sebagai kesadaran palsu seperti iming iming kelihatan bagus pada kenyataanya nggak bagus hanya untuk kepetingan orang orang tertentu.

Ekonomi

Praktek monopolisasi …. bisa konsentrasi bisa keanekaragaman audience , kepemilikan, cenderung ke diversifikasi atau konsentrasi. Kita rela dengan rela meninggalkan kerja untuk nonton tv.

Pandangan media di kombinasi yang arahnya pemikiran pluralis dan kemudia marxis. Kalau para pluralis menganilis media tujuanya performonce untung atau tidak untung.Kalau marxis menjelaskan isi media itu berkaitan bagaimana media itu di biayai, apa yang ada dimedia di trace yang berhubungan dengan keuangan

Buku yang mesti di cari Boyd-barret, oleverand and crist newbold, 1995, approaches to media, a readder, new york : arlnod.

Albarran, Alan B, 2006.Handk Book of media Management Economic, New Jersey:LEA

The Study of the media Theoretical approaches

The Power of the media : Theory and Empiricism

To a remarkable extent , there  was a broad consensus during the inter-war period — to which many researchers, writing from a ‘right’ as well as ‘left’ prespective subcribed – that the mass media exercised a powerfull and persuasive influence. Underlying this concensus  was (1) the creation of mass audiences on a scale that was unprecedented through the application of new technology – the rotary press, film and radio to the mass production of communication ; (2) a fasionable though not unchallenged view that urbanization and industralization had created a society that was volatile, unstable, rootless, alianated and inherently  susceptible to manipulation; (3) linked to a view of urbanized man as being relatively defenceless, an easy prey to mass communication since he was no longer anchored in the network of social relations and stable, inherited values that chareterized settled, rural communities; (4) anecdotal but seemingly persuasive evidence that mass media had brainwashed people during world war 1, and engineered the rise of fascism in europe between the wars.