KERJA CERDAS ITU BAGAIMANA SIH?

Sering kali saya denger kerja cerdas, bukanya semenjak kecil dulu kita di didik untuk kerja keras kalau bisa lembur – lembur deh bahkan di jawa ada mitos kalau mau berhasil harus betah melek alias tidurnya sedikit. Kalau mau sukses harus kuat tirakat kurangin makan kurangin tidur dan kerja KERAS.

Apakah konsep kerja KERAS ini masih sesuai dengan perkembangan jaman NOW? menurut saya sendiri sih ada benarnya juga apabila kerja keras ini di artikan sebagai semangat kerja yang pantang mundur menghilangkan kemalasan diri dan terus bergerak biar bertumbuh..

Kalau kemaren saya sedikit menyinggung masalah kerja CERDAS, sebenarnya apa sih yang di maksud dengna kerja cerdas itu ? apakah kerja yang nilai IPK kuliahny 4 atau nilai sekolahnya 10 jadi orang yang IQ atau kederdasanya tingkat dewa? Ok Deh sebaiknya kita cari referensi para pakar dibidangnya ya..daripada ngawur nanti malah tersesat.

Menurut Belle Beth Cooper, pembuat konten di Buffer, bekerja cerdas bukanlah tentang mengalokasikan waktu lebih panjang untuk melakukan suatu pekerjaan. Bekerja cerdas adalah upaya menyeimbangkan seluruh lini kehidupan agar nantinya membawa dampak positif pada produktivitas.

“Di Buffer, kami menekankan kepada seluruh anggota tim untuk bekerja dengan lebih cerdas. Seluruh anggota tim harus punya waktu tidur yang cukup, mendapatkan waktu untuk berolahraga, punya kesempatan berekreasi — dengan begini mereka akan lebih produktif saat bekerja.

Selama ini banyak orang terjebak dalam pusaran kerja terlalu keras. Mereka tidak bisa berhenti menyentuh pekerjaan dan memikirkan berbagai tugas yang harus diselesaikan — meski di hari libur sekalipun. Kita terlalu mudah untuk jatuh pada lingkaran yang bernama: selalu bekerja setiap saat”

Nah kan menurut pakar di atas kerja cerdas adalah terjadiinya keseimbangan kehidupan , tidur cukup istirahat cukup , bekerja juga ada tricknya.

Dengan berkembanganya media teknologi saat ini tentu pekerjaan pun berubah MISAL kalau jaman OLD bekerja itu ya ke kantor berangkat pagi pulang sore atau perlu malam , melewati kemacetan jalan stresss, lelah , marah – marah.. dan dan dan… itu jadi RITUAL setiap hari terutama di IBUKOTA.

Nah kalau bekerja CERDAS saat ini proses pekerjaan mulai bisa tergantikan dengan sistem ONLINE walaupun belum 100 % bisa tergantikan minimal sudah ada PELUANG di sini, misal di dunia pendidikan sudah ada E-LEARNING pendidikan menggunkanan dunia maya yang bisa di lakukan jarak jauh, di bisnis bukan banyak lagi E-COMMERCE sekarang lagi booming banyak MARKETPLACE bertumbuh : tokopedia, shoope, buka lapak dll  belum yang INDIVIDU. Di Dunia Trasportasi tentau kita semua paham bagaimana Gojek yang dulu kalau mau pesen kadang mesti jalan kaki ratusan meter ke pangkalan (pengalaman pribadi) sekarang kita bisa pesen dari kamar tidur kita, dulu mau makan makanan favorit mesti datang ke restaurang atau ke tempat dimana makanan di jual sekarang tinggal pesan bayar sampai.

ITU sebagai contoh kerja CERDAS yang sudah ada di sekitar kita, nah bagaimana dengan kita ? saya sendiri sudah mulai mencoba untuk bekerja dari RUMAH, tidak mudah memang belajar dari NOL kembali, meninggalkan kenyamanan KANTOR yang sudah saya bangun dari NOL juga dari tahun 2008 sampai 2017 artinya 20 tahun lebih saya kerja Kantoran dari Hotel pindah ke KAMPUS mulai dari cleaning service terakhir jadi MANAGER IT.

Tapi di lubuk hati saya keinginan MANDIRI jadi entrepreneur memang sudah terpendam lama dan selalu terucap dalam doa -doa saya , dan di 2017 tuhan membuatkan alur saya untuk mundur dari pekerjaan kantoran dan mulai mandiri dari NOL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.