Tenjo bogor

Episode selanjutnya setelah saya terbebas dari riba adalah melangkah ke tahapan berikutnya untuk bisa membuat rumah impian. Sedari dulu saya ingin membangun rumah impian tetapi tidak lewat pengembang alias membangun sendiri.

Lah kok begitu? entah bagaimana ceritanya saya sering memperhatikan rumah – rumah yang di bangun pengembang ada aza kurangnya apalagi yang sering saya lihat kan rumah tipe sederhana yang terlihat asal – asalan. Dulu saat temen saya yang bekerja sebagai tukang bangunan membangunkan  rumah konsumenya  di ciputat saya sempat main dan memperhatikan dia bekerja kebetulan  di samping rumah yang dia bangun ada perumahan yang sedang dalam proses pembangunan,  sambil saya perhatiin proses pembuatannyapun sangat asal – asalan dan bener gak berapa lama, belum selesai pembangunan ada beberapa tembok yang rubuh.

Semenjak itu saya sering memperhatikan rumah – rumah yang di bangun contoh lagi di sekitaran rumah juga ada bangunan bagus tapi tak berapa lama sudah bocor, bahkan ada di perumahan gede dan rumah mewahpun belum berapa lama langit langit sudah hitam karena tetesan air hujan, teman yang ambil KPR saat sudah di beli ya begitu kualitas bangunan sangat kurang bagus, dan mesti renovasi banyak bisa di bilang mereka kredit tahunan ya membeli tanah aza. Berdasarkan pengamatan dan cerita-cerita dari mereka  itulah maka saya timbul keinginan nanti kalau saya mampu membangun rumah tidak ingin membeli rumah jadi tetapi saya akan membeli tanah atau kavling sedangkan rumah di bangun sendiri, selain style bisa menyesuaikan keinginan, yang paling urgent adalah kualitas  bangunan.

Ceritanya saya dan bundanya anak – anak akhirnya searching kriteria yang saya buat:

  1. Dekat dengan stasiun kereta kenapa? saya sudah pelik dengan kemacetan jakarta apapun moda tranportasinya apa itu mobil pribadi , motor pribadi, kendaraan umum selalu macet tersiksa banget merasakan macet,  saya merasakan saat 3 in one di hapus oleh pakde AHOK saya nyetir ke area sudirman di siang hari estimasi saya gak macet donk, kan diluar jam berangkat kantor di jam 11 an gitu lah ternyata berjam – jam juga saya terjebak setelah itu saya kapok bin tobat nyetir di sana sampai – sampai saat kendaraan saya di tawar orang saya segera iyakan dan memilih untuk menjualnya selain alasan RIBA juga sih.  Ok ini alasan pertama kenapa saya memilih tanah area dekat stasiun.
  2. Saya mencari tanah atau kavling bukan rumah jadi kalau ada yang nawarin tanah plus rumah saya akan abaikan tau donk alasanya dah kesebut diatas.
  3. Dekat dengan TOL ini sebenarnya tidak wajib tetapi nilai plus donk kembali lagi untuk mempercepat perjalanan dan mendongkrak bisnis tentunya.
  4. Areanya masih segar banyak pepohonan atau hijau gitu, selama ini dah hidup di jakarta yang tembok ketemu tembok, sedangkan aslinya saya kan wong ndeso yang masa kecilnya merasakan surga dunia yaitu keindahan tiupan angin pegunungan dan music alami dari pepohonan pinus dan dimanjakan pemandangan pegunungan yang terbentang sejauh mata memandang tak terasa itu menjadi kerinduan yang tak terobati.

Pertama saya dan bunda CDK mencari di area parung panjang, setelah searching bunda tertarik di perumahan hasanah city malah ngebet banget kalau saya sendiri woles saja gak terlalu terburu nafsu pengalaman dulu mengajukan KPR di area cisauk di tolak dan  uang dp-pun hilang 3 juta sedangkan sisanya kisaran 20 an juta kembalinya susah banget padahal di awal sudah di janjikan pihak marketing pasti bisa mendapatkan .  Pengalaman itu membuat saya wolestidak terburu nafsu.


Tanah Hasanah City Parung Panjang kurang lebih 15 menit dari stasiun parung panjang

Hasanah city memberikan penawaran menarik dengan plan lingkungan ISLAMI di kelilingi pemandangan bukit, danau alami duh impian saya banget tuh. Terus perumahan ini berbasiskan tanpa RIBA walaupun saya dah mau beli cash dan saya tidak mau membeli rumah saya ingin membeli tanah kavling.

Hitungan saya saya akan megambil tanah 72 dengan harga 109 Juta. Akhirnya saya sewa mobil untuk survei lokasi lewat tol tangerang saya keluar gading serpong masuk legok lanjut menuju parung panjang posisi tidak jauh dari stasiun parang panjang sempat saya agak nyasar karena mengikuti map yang ambigu dan masuklah saya ke area stasiun di luar stasiun terdapat pasar dengan jalanan yang becek, tanda tanda saya sudah tidak tertarik walaupun ada stasiun kok begini, kedua jalanan  sedang banyak pembangunan jadi berdebu sekilas seperti area cisauk yang banyak banget TRUk pasir besar besar jadi jalanan penuh debu.

Ok saya sempat nyasar ke area perumahan juga di centra land, bagus dalamnya jalanan dah mulus dan terlihat termanage ada banner besar kalau mau di bangun water boom wuih kefikir boleh juga nih tapi tetap tujuan saya menuju hasanah land dulu. Setelah nyasar akhirnya saya bisa mengarah ke tujuan.

Kami melewati jalanan rusak yang masih becek mobil yang kami tumpangi goyang dombret saya nyetir juga pelan banget banyak kubangan lumpur dan setelah kami telpon ke marketing di tunggu di pinggir jalan ada bedeng tingkat duh knapa bedeng ya saya kirain ada kantor marketingnya.  Akhirnya saya jumpa dan melihat area, pemandangannya bagus sih cuma ya itu jalan masih rusak infonya akhir 2017 mau di bangun jalannya dan perumahan sama sekali lum dimulai masih tanaman dan sawah kalau lihat sih tertarik saya cuma kalau mau detail bertanya dllnya mesti ke tempat marketing di hotel salak bogor duh ribet jadinya, minimal dah cek TKP dan akhirnya bunda mengurungkan niatnya mencoba mencari yang lain.

Sambil berjalan pulang kami mampir di marketing centraland sok maubeli aza gitu, ternyata di dalamnya rame sampai antri di layani dan yang kami incar kavling stock sedikit yang banyak rumah yang udah jadi , dan harganya pun amazing di atas 300 jutaan dan kami juga di sarankan kredit saya langsung ngomong saya mau beli cash sok punya uang padahal ndak, boleh sedikit berlagak jadi pembli berduit gitu. Akhirnya saya melanjutkan perjalanan ke area TENJO di sini memang lebih jauh tapi saat ini jalanan sudah ok dah banyak di cor jadi mulus.

Di area tenjo bukan perumahan tetapi tanah penduduk ada yang menawarkan luas 300 mtr Harga Rp 60.000 juta , 400 mtr Harga RP 80 juta. kami survei beberapa tempat. sehabis survei kembali pulang dan bunda tertarik yang harga 60 juta setelah saya mau dealkan ternyata tanah gak jadi di jual. Saya di tawarkan untuk tanah yang lain tapi saya mau lihat dulu akhirnya minggu selanjutnya saya surveri, sekalain mencoba menggunakan kereta. Saya mengajak anak saya CDK sekalian biar dia keluar rumah naik kereta dari stasiun PALMERAH menuju stasiun tenjo selama 1 jam 15 menit.

Sampai lokasi saya di jemput kenalan orang lokal untuk survei lokasi saya hari itu di kasih antar melihat 2 lokasi. Lokasi pertama 200 meter tetapi saya kurang tertarik lokasinya kedua 400 Mtr saya tertarik tapi budget nih yang mepet. Setelah neogisasi kami deal ambil yang 400 mtr dan kebetulan surat sudah SHM jadi lebih ok tinggal dilanjut proses pembayaran dan mengurus AJB dan balik nama.

Tanah Tenjo yang saya beli 448 Mtr

Proses pembayaran saya buat 4 kali pertama pas di tempat DP I  karena kebetulan transaksi kena limit atm, kedua saya bayar setelah SHM di bawa kebetulan waktu itu yang punya tanah gak tinggal di situ dan pembayaran kedua sudah dilakukan pihak penjual diwakili oleh pak RW kerumah untuk mengambil DP II, untuk pembayaran ke III nanti saat surat SHM sudah seleasi dan pelunasan dilakukan saat SHM sudah balik nama proses di estimasi 2 -3 Bulan kedepan.

Hari ini 3 April 2017 saya kembali ke sana untuk mengukur tanahnya doakan ya guys semua berjalan lancar dan dimudahkan untuk bisa mencari dana membangunnya jadi dream saya punya istana sendri segera terealisasi.

Bagi kawan atau sahabat yang kebetulan mencari tanah area tenjo dan sekitarnya silahkan hub saya bisa saya bantu kebetulan saya sudah punya teman di area sana. Wa saya di = 082123928727. Sedikit info tanah di sana kisaran harga dari Rp 200 .000 permeter sampai Rp. 1.500.000 Permeter. Hasil survei saya di lokasi harga terendah dikisaran RP 60.000.000 jutaan.

Kelebihanya deket area stasiun tenjo dan tigaraksa plus tahun 2018 akan di bangun tol bsd tangerang. Daripada beli rumah diperumahan nyicil dan kena bunga alias riba mending beli tanah dan bangun sendiri, dp yan buat beli kpr bia buat beli tanah atau tunda kumpulkan terlebih dahulu supaya makin berkah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s