Pulang pacitan

JpegTahun 2015 sudah datang semoga semua mimpi bisa tereksekusi, harapan kehidupan yang lebik baik dan lebih indah menjadi doa di awal tahun ini. Akhir desember 2014 saya pulang kepacitan, sesuai rencana yang saya buat di awal tahun 2014 , walaupun tidak mulus 100 persen.

Tepatnya tanggal 19 Desember saya pulang ke pacitan, berangkat jam 1 siang, diiringi hujan deras dan banjir, saya juga sempat berganti baju karena basah kuyub. Perjalanan kali ini menjadi  petualangan pertama saya menyetir dari jakarta ke pacitan,  di temani  ifan horse yang menunggu tol bekasi timur. Perjalanan menuju bekasi lancar saat sampai bekasi jalan sangat padat merayap membuat kaki saya pegal-pegal . Jam 4 sore akhirnya saya berjumpa dengan ifan di bekasi timur, bener juga kalau ocean netizen yang mengatakan kebekasi mesti naik roket (just hiperbola). Nyetir neng lela selanjutnya di gantikan mas ifan horse. Neng lela terus di geber sampai malam hari, kami berhenti hanya untuk ke toilet dan mengisi pertamax .

Sepanjang perjalanan cukup mengasikkan karena lancar, tepat seperti asumsi saya musim liburan natal akan sangat berbeda dengan musim liburan  lebaran. Jam 2 malam kami sampai di ambarawa mas ifan sudah menyerah karena ngantuk, saya beranikan diri untuk mengambil alih kemudi walaupun  rada gugup karena pertama berjalan jauh dan sempat kaget saat hampir ciuman dengan truk di tikungan jalan, saya akhirnya sukses juga menyetir sampai jogjakartan sekitar jam 3. Di lanjutkan kembali oleh ifan menuju wonosari , sampai jalan pintas yang saya inginkan di daerah giribelah kami dibelokkan ke arah wonogiri dikarenakan jalan sedang dalam perbaikan terpaksa kami memutar ke arah giriwoyo , efeknya memperlambat perjalanan. Saat sudah menyentuh jalan besar arah pacitan ifan sudah mulai tepar kembali dan saya menggantikan sampai kota pacitan, nah jalan mengarah kampung saya dari arjosari ke arah gondang cukup menanjak, sempit dan sampingnya jurang, awalnya saya pengen ifan yang nyetir karena saya masih ngeri , tetapi karena ifan dah tepar di bangunkanpun susah akhirnya nekad juga saya yang nyetir, bersyukur saya berhasil dan sukses sampai daerah noyu, noyu adalah tempat dimana menuju dusun saya semen, dan di sini tanjakan tersadis yang ada di tempat saya bisa 80 derajat kemiringanya bahkan hampir 90 derajat, akhirnya saya bangunkan mas ifan untuk menggantikan, saya masih belum berani mencoba,  kami lanjutkan dengan menanjak dilanjutkan ke jalan tanah di atas rumah, dan akhirnya sampailah kami di kampung pacitan lega rasanya,  segar udara pagi menyeruak ke paru – paru.

Jam 8 pagi saya mengantar ifan ke terminal bus pacitan untuk kembali kejakarta dan akan kembali menjemput nanti saat saya balik ke jakarata, selepas mengantar ifan saya lanjutkan untuk mengajak mamak ponakan dan bulik saya yang ikut mengantar, pergi  ke tempat wisata goa di punung, kami menuju goa tabuhan dan ternyata di sana ramai sekali , mamak baru pertama masuk goa tersebut awalnya sudah tidak mau masuk tapi saya rayu akhirnya beliau ikut dan bisa menggagumi karya indah dari  tuhan. Di sini saya ketemu nasi tiwul plus petai segar, langsung saya lahap ditambah sambal asli kampung yang pedesnya naudubilah tetapi melihat segarnya petai dan nasi tiwul membuat nafsu makan saya langsung naik.

Kami kembali sehabis dhuhur melewati punung dan ketemu jalan sedeng sampai jalan arjosari kami sudah di sambut hujan deras pelan – pelan saya melanjutkan perjalanan dan sampai rumah dengan selamat dan beristirahat. (bersambung)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s