Belajar membuat team yang wolez

Hidup adalah belajar dan terus belajar, karena universitas yang senyata -nyatanya adalah universitas kehidupan. Belajar mestinya terus tiada henti selama nafas masih di kandung badan, seperti pepatah “Long life education”. 

Saya teringat oleh kata-kata bijak  seseorang narasumber di radio, beliau mengatakan kalau kamu mencintai tapi masih mengharapkan kembalian dari orang yang kamu cintai berarti belum bener – bener cinta. Semisal saat kamu mencintai seseorang tetapi saat orang yang kamu cintai marah, ngambek dan kamu masih ikutan ngambek berarti kamu belum benar – benar cinta. Cinta sesungguhnya adalah seperti cinta ibu kepada anaknya sebandel seburuk apapun anaknya seorang ibu tetap mencintai tanpa imbalan setuju kan anda? artinya mencintaipun mesti belajar ternyata.

Pagi ini saya mendapatkan quote “I stand with anybody that stand right, and stand with him while he is right, and part with him when he goes wrong”. Quote ini saya ambil dari buku “From pingir kali to gedongan tulisan John Eddy Dharmasoeka” Bagi saya quote ini menggelitik dan cukup menampol jiwa. Saya mencoba belajar membuat team IT yang wolez dan saya ingin seperti quote tersebut.

Saat team benar dalam menjalankan tugas saya bersama mereka , begitu pula saat mereka salah saya adalah bagian dari mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s