Belajar dari ibu penjaga tiki

JpegMinggu kemaren saya mencari tempat pengiriman barang di sekitaran  gading serpong. Awalnya saya muter-muter di sekitaran kampus surya university tetapi tidak menemukan tiki yang ada hanya  jne. Setiap bertanya  di sarananin menggunakan jne saja. Karena proses jual beli yang saya lakukan melalui situs tokopedia menggunakan sistem pengiriman tiki maka saya tetap mencari tiki.

Setelah berputar sampai area mall sms gading serpong dan belum juga bertemu, saya lanjutkan pencarian ke daerah kelapa dua. Setelah pasar kelapa dua ketemulah agen tiki. Saya masuk dan mengutarakan keinginan saya untuk mengirimkan barang ke tenggarong, saya di tanya barang apa yang akan dikirimkan, saya jawab kalau saya mengirimkan tablet, dijelaskan kalau tablet mesti menggukanan bon pembelian sebagai bukti untuk asuransi, hadew  langsung kefikir ruwet urusannya. Akhirnya saya kembali ke kantor untuk mengambil bon pembelian. Dan sorenya saya kembali, sambil menunggu saya ngobrol dengan si ibu penjaga tiki.

Sekilas ngobrol sudah terlihat beliau cukup cerdas,  usia sudah 54 tahun tetapi dari jawaban saat ngobrol santai terlihat sekali kalau beliau intelek, kalau  dilihat dari sisi penampilan sih sederhana sekali. Saya menanyakan gimana asal muasal bisnis tiki. Beliu menceritakan bisnis tiki sudah 13 tahun, saat 4 tahun pertama sepi sampai kadang sehari hanya mendapat 2 ribu rupiah. Tetapi beliau terus tekunin dan pantang menyerah buka dari jam 8 pagi sampai jam 7 malam setiap hari. Kebayang gak rutinitas sekian lama dan merugi selama 4 tahun apakah anda bakal betah menjalaninya? jawabnya pasti tidak, mending bekerja apa saja dan dibayar bulanan yang pasti – pasti aja.. (fikiran orang gajian bukan berjiwa wirausaha).

Langsung saya tertarik untuk bertanya lebih banyak.

Bu motivasi apa yang membuat ibu bisa semangat seperti itu”?

Orang itu mesti bergerak biar gak pikun katanya.. kalau kita bergerak dan semangat maka akan timbul andrenalin yang memperbaiki saraf yang rusak.. coba lihat orang yang lemah bukan makin sehat tapi malah sakit – sakitan dan pikun apalagi seumur ibu .. itu lihat bapak dah 60 lebih tapi masih energik .. sambil menunjuk suami di sampingnya yang lagi hadle barang barang yang datang… bapak itu kuat banget renang dan larinya.. saya ngelirik sebentar dan dalam hati yang bener.. apalagi dulu jaman kami muda pagi- pagi subuh sampai malam hari terus berusaha dan disiplin .. hebat dalam hati saya berkata”

Kuncinya kalau usaha mesti fokus dan jangan nggak enakan mesti tercatat .. ada hitam di atas putih.. saya dulu pernah tertipu oleh kakak sendiri kata si ibu

Wah saya makin penasaran karena ini bukan omong kosong tapi saya di hadapkan realita nyata di depan mata. Saya mencoba jualan nasi uduk 2 hari sudah tutup nah si ibu ini 13 tahun fokus di agen tiki.

Beliau juga ngasih saran kalau bisnis online jangan percaya saja cek dulu sudah dah bener belum transfernya, kadang pertama ,kedua, ketiga bayaran lancar dan saat kita sudah percaya saat di kirim barang selanjutnya bisa – bisa gak di bayar, tetap jangan mudah percaya lakukan cek dan ricek saran beliau.

Tanpa tedeng aling – aling saya bertanya mengenai omsetnya berapa bisnis agen tiki, entah pertanyaan saya nyolot atau gak sopan tapi saya tanyakan saja karena penasaran.

Saya gak bohong ya lihat nih sambil mengeluarkan catatan keuangan resmi dari tiki Saya baca dengan jelas Rp.35.000.000,- sebulan amazing.. saya bekerja 14 tahun (dibinus) hanya mendapatkan bayaran  4 Juta belum kepotong pajak,  beliau 13 tahun sekarang mendapat segitu …makin menguatkan semangat untuk jadi mandiri. “Selain ini saya juga punya kos-kosan di atas ada 16 pintu, satu pintu Rp 1.500.000,” saya langsung hitung – hitung sebulan dapet 50 jt  lebih edan….”

Ketekunan dan pelayanan pelanggan dengan baik berakibat begitu luar biasanya. Saya jadi terinspirasi untuk melanjutkan usaha. Terbayang – bayang ternyata mencari uang 50 juta sebulan itu memungkinkan dan bisa nyata. Hanya butuh berjuang dan usaha yang maksimal tidak mesti harus lulusan phd dan Dr dari luar negei .. jangan -jangan phd jebolan dari luar negeri gak sampai segitu.. apalagi yang menjadi bangga dengan gelarnya bukan kontribusinya ke masyarakat .. tentunya berbahaya .. kalau kata mr andriewongso bisa di bilang “lemah mental“.

Kita  jangan terus berfikir jadi orang yang bermental orang gajian. Tetapi minimal berfikir boleh di gaji tapi juga jangan lupakan wirausaha. Action ,action & Action!!!! sekarang juga!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s