Suradita residence

Gerbang UtamaSudah dari kemaren ingin menulis mengenai perumahan yang satu ini, tetapi malesnya gak ketulungan, blog ini pun sudah lama terlantar tidak ada coretan tulisan keluh kesah kehidupan sehari – hari saya. Okelah tak usah banyak bacincong lagi, ceritanya saya dan bunda cdk lagi getol – getolnya mimpi memiliki rumah sendiri nih, di mindmap yang terpasang di tembok kamar saya tulis dengan spidol hitam, tahun 2014 ini target memiliki rumah sendiri,  supaya bisa berpindah dari pondok mertua yang kadang indah kadang tidak indah.

Mimpi saya pasti tetap memiliki rumah di perumahan casagoya di belakangnya kampus binus anggrek, tetapi berhubung uang yang ada belum memungkinkan maka pencarian saya belokkan dulu ke jalur kantor saya di bilangan gading serpong, kualifikasi pertama yang harus di penuhi adalah perumahan yang ada di jalur kereta alasannya adalah saya ndak betah dengan kemacetan jalan yang membuat nightmare (meminjam istilah pak tomy salah satu Phd yang bekerja di center kampus surya, saat saya tanya bagaimana rasanya tinggal di indonesia dengan traffic jamnya di jawablah nightmare, beliau 30 tahun lebih tinggal di uk). Back to pencarian rumah di sekitar jalur kereta serpong, rawa buntu dan cisauk. Banyak perumahan yang coba saya telusuri dengan istri, singkat cerita istri menyodorkan nama perumahan suradita, saya langsung followup dengan mencari di google map letak dan posisinya, hari kedua saya langsung ke TKP untuk membuktikan posisi validnya, di temani teman – teman kantor yang sering saya sebut pasukan horse, kami berenam naik motor dari kantor menuju perumahan suradita residence saat jam kantor.  Melewati jalur paramount di lanjutkan ke arah SGU menembus jalur ciasuk, kecamatan cisauk lanjut ke stasiun cisauk, serpong garden dan lurus terus tak lama sampailah kami di perumahan suradita residence, kesan pertama adalah perumahan yang masih kampung, dikelilingi sawah dan danau, pepohonan yang masih menghijau, secara umum masih terlihat sebagai perumahan yang biasa tak semewah summarecon ataupun bsd, tapi situasi yang masih alami ini yang justru saya tertarik, seakan – akan saya mudik ke kampung halaman pacitan. Di sini kami berputar – putar untuk melihat situasi di sana, sejauh mata memandang masih banyak kehijauan dan masih banyak slot perumahan yang masih belum di tempati, overall saya tertarik untuk mengambil di perumahan tersebut dengan hawa back to naturenya .

Komunikasi lebih intens dilakukan istri dengan marketing suradita residence di lanjutkan minggu berikutnya saya dan istri ke tkp kembali untuk melihat pilihan yang tersedia antara tipe 45 di tepi jalan atau tipe 36 plus agak belok ke bawah dengan pemandangan belakang persawahan, setelah diskusi kami memilih yang di belakangnya sawah dengan alasan karena viewnya itu loh dan arah rumahnya pun menghadap ke timur dengan harapan cahaya mentari pagi bakal menyinari kami dari arah depan. Proses selanjutnya kami membayar Tanda jadi sebesar Rp. 1.500.000,- , luas tanah yang kami ambil lebar 8 meter panjang 20 meter dengan ukuran rumah 36.

Setelah tanda jadi dilanjutkan proses selanjutnya dengan penandatanganan pengajuan KPR, baru pertama saya menjalani proses seperti ini banyak yang miss dari beberapa sarat yang diberikan:

  1. Foto kopi KTP
  2. Foto nikah
  3. Foto kopi NPWP
  4. Foto kopi KK
  5. Foto kopi rekening bank 3 bulan terakhir ( ini yang ribet karena mesti ke bank asal saat buka saya menggunakan bank bca)
  6. Surat keterangan gaji atau slip gaji
  7. Surat keterangan kantor kita kerja dan sk kantor apalah itu istilahnya kalau tidak di kasih di suruh membuat surat keterangan kalau perusahaan tidak mau memberikannya
  8. Surat keterangan kantor sudah berdiri semenjak berapa lama kebetulan kantor saya belum lama berdiri tetapi di bawah yayasan yang sudah berdiri dari tahun 2006

Setelah berliku dan berpeluh keringat mencari syarat – syarat yang diberikan kami melanjutkan untuk menyetorkan dp. Saya kaget gak ketulungan setelah tau total dp dan uang administrasi 91 juta lebih ,, uang dari mana coba  sebanyak itu saya berfikir, setelah nego dengan pihak mereka tertanyata dp bisa di cicil 7 kali. Masih ada masalah lagi karena cicilan dp pertama jatuhnya ternyata masih besar juga 22,8 juta padahal uang di kantong hanya ada 13 jt. Pusing dah kepala mencari solusi terindahnya. Tetapi memang tuhan itu tidak tidur pada saat umatnya membutuhkan, saya  menemukan jalan dengan  adanya the invisible hand yang membantu melancarkan perjuangan ini. AKhirnya saya bisa membayar cicilan dp pertama dengan lancar sesuai tenggang waktu yang diberikan. Tinggal cicilan berikutnya yang masih mencekik leher semalma bulan sisanya perbulan 11,5 juta kami siap – siap berpuasa selama bulan tersebut.  Tapi saya dan istri optimis bisa melaluinya.

Sabtu 22 februari kemarin kami sekeluarga mengunjugi perumahan suradita, saya bunda, putri kami yang lucu dan imut callista dara kamaratih, bapak dan ibu mertua di temani bos ifan alias om horse dan tante mbink , kami bersama – sama melihat panorama indah perjalanan jakarta cisauk melalui tol  jakarta arah tangerang.

Sambil menunggu proses pengajuan KPR di approve amin…

Update 2 Mei 2014

Info terkini pengajuan di tolak dan potongan dikenakan uang saya sebesar Rp.3.500,000,-

6 thoughts on “Suradita residence

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s