Memetakan fikiran menjadi kaya

DSCF5515Saya memiliki mimpi untuk menjadi kaya, banyak alasan kenapa saya bermimpi untuk menjadi kaya. Saya terlahir dari keluarga yang serba susah. Dari kecil selalu hidup dengan keprihatinan, saat masih kecil makan sering menggunakan jlantah itu loh minyak sisa penggorengan, saat sekolah tanpa mendapat uang saku, saat melanjutkan pendidikan sma, dibiayai patungan oleh saudara ibu dan juga orangtua, saat melanjutkan pendidikan s1 saya mesti bekerja sambil kuliah sampai impian bisa kuliah di UI pun saat itu hanya kenangan belaka, begitu pula saat saya memutuskan melanjutkan ke S2  hanya dengan modal nekad, saat itu saya punya motor yang masih nyicil, saya jual untuk membayar biaya kuliah padahal kuliah yang saya ambil di tahun 2009 sampai detik ini belum lulus karena masalah sistem di kampus tersebut.

Dengan latar belakang itu saya punya mimpi menjadi orang kaya, supaya saya bisa merasakan kehidupan lebih baik, saya juga punya mimpi supaya bisa membahagiakan keluarga dengan mendorong mereka untuk bisa menjadi seorang yang mampu mandiri memiliki usaha sendiri tidak menjadi pekerja seumur hidupnya. Saya membayangkan seperti orang – orang di luar negeri sana mereka memiliki usaha sampai – sampai mereka tidurpun uang tetap dihasilkan dari usahanya. Lah saya kalau tidak kerja kalau tidak ngantor uang ya gak dapet. Sedihkan. Makanya walaupun masih bisa dibilang sekedar wacana dengan usaha yang apadanya saya terus mencoba pantang menyerah. Untuk memulai bisnis sampingan sesuai kemampuan yang saya miliki, saat ini saya merintis usaha di bidang IT melalui prigad.com,  walaupun tertatih – tatih tetapi usaha ini kadang bisa mensupport kelangsungan kehidupan saya.

Kemaren saya mencoba untuk memetakan fikiran bagaimana caranya menuju kaya. Saya dulu saat bekerja di BiNus pernah mengenal seorang dosen yang mengenalkan konsep mindmap, atau  pemetaan fikiran, apa yang ada di fikiran dikeluarkan dalam bentuk tulisan dan dipetakan, tak disangka banyak sekali yang keluar dari fikiran loh. Setelah saya buat saya tempelkan di tembok supaya menjadi pendorong saya dan  pengingat supaya saya bisa terus berusaha meraihnya dengan mengeluarkan segala daya upaya yang saya punya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s