Menjadi Kaya

20130331_183630Sering banget saya berkelana dalam alam fikiran, memimpikan untuk bisa keliling dunia, khususnya negara – negara maju seperti eropa. Apalagi kalau melihat banyak orang dan teman – teman bisa hidup di sana, mempunyai pekerjaan di negeri orang indah dan keren kelihatannya. Lain kali saya suka berfikir,  ingin bekerja yang tidak di batasi jam kantor artinya bisa bekerja dimanapun dan kapanpun dan yang pasti gak mesti ngantor, kebayang gak sih hari gini masih kerja ngantor padahal jaman sudah internet, pekerjaan bisa di remote jarak jauh, tapi apa lacur budaya kerja di indoneisa masih yang penting ngantor, ada yang lebih gila lagi kalau punya bos yang mindsetnya masih kuno , tuwir or tempo doloe, pokoknya jam masuk teng harus sudah di kantor gak perduli ada kerjaan atau tidak ada kerjaan.

Jamannya sudah mengarah bagaimana menggali kreativitas dan kemampuan untuk menciptakan kreatifitas – kreatifitas baru, bukan lagi absen masuk dan pulang yang penting hadir. Saya punya cita – cita membangun usaha yang bisa bekerja kapanpun dan dimanapun, apakah itu ? Ya pekerjaan yang berhubungan dengan internet, dan berarti bukan suatu kebetulan kalau saya sehari – hari berkutat dengan internet dan data center, pasti tuhan sudah membuat roadmapnya, dan saya tinggal berusah untuk mewujudkannya.

Malam ini sebelum tidur saya Membaca buku Paul mckenna, saya  mendapatkan pencerahan mengenai menjadi kaya, Kekayaan yang sebenarnya itu bukan pada jumlah uang atau materi yang kita punya, tetapi kekayaan itu ada di fikiran , dari tulisan itu ada penelitian yang mewawancarai orang  – orang terkaya didunia, hasilnya walaupun mereka  – mereka kaya tetapi tidak semua merasa kaya dan cukup bahkan ada yang merasa masih belum aman dalam sisi keuangannya.

Artinya bahwa kita kaya atau miskin itu sebenarnya adalah bagaimana fikiran kita memandangnya. Kalau kita merasa kaya dalam fikiran walaupun kita miskin itu lah sebenarnya kekayaan, walaupun kita kaya dan ternyata fikiran kita merasa kaya itu baru benar. Kalau kita kaya tapi masih merasa was -was belum cukup berarti kita masih miskin.

Jadi kalau saya simpulkan betul juga ya..banyak uang banyak mobil, banyak rumah dan lainnya tidak bisa di bilang kaya, kaya sebenarnya adalah menikmati setiap yang kita punya dan mensyukuri apa yang ada sambil terus menggapai apa yang jadi cita – cita dan mimpi kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s