Ketemu pembimbing kedua

E000053Melanjutkan bimibingan proposal, pada hari rabu sore saya ketemu pak Hendri  dosen pasca moestopo untuk meminta petunjuk lanjutan setelah direvisi beberapa kali oleh pak sofyan sebagai pembimbing pertama.

Berangkat dari kampus kijan saya diantar mas bayu alias mas ciu dari kampus kijang mas ciu menuju warteg dulu untuk ngisi bengsin, sambil nunggu mas ciu saya ngeprint proposal di daerah syahdan, saya ngeprint 31 halaman dengan harga Rp. 8.000 tepatnya di sebelah kiri pintu keluar kampus syahdan samping tempat makan bakso, harga menurut saya lumayan murah dibandingkan di tempat lain yang pernah saya coba.

Selesai ngeprint saya ke rumah sebentar untuk mengambil surat pengantar dari moestopo untuk ditanda tangan oleh pembimbing. Sampai di rumah CDK  masih mainan melihat ayahnya pulang dia minta bermain – main sebentar, setelah beberapa saat ayah pamitan ” cdk ayah kembali kembali kerja dulu ya“? dengan rada berat cdk tersenyum mengikhlaskan ayahnya kembali pergi. Lanjut deh menjemput mas bayu di warteg sebelum meluncur ke moestopo.

Cuaca yang cukup panas, tidak menyurutkan semangat perjalanan kami dari syahdan menuju moestopo. Sampai di moestopo kami parkir di dekat pintu masuk , karena parkiran cukup ramai, banyak mahasiswa  sedang kuliah, beda banget kalau hari sabu dan minggu, kampus moestopo terasa sepi. Setelah parkir kami menuju lantai 3 diatas gedung pasca, untuk ketemu pak Hendri, beliau sedang membimbing mahasiswa lain,  kami menunggu untuk beberapa saat.

Sambil menonton tv yang terdapat di ruang dosen saya ngobrol  dengan mas bayu ” bro saya baru masuk keruangan ini loh, selama di moestopo” di jawab sama mas bayu ” lah saya juga ” huaha haa jadi lucu jadinya ..

Tidak berapa lama pak hendri keluar dari ruanganya dan menemui saya, saya perkenalkan diri ” pak saya supriyanto mahasiswa pasca yang mau bimbingan ke bapak” ” oww iya silahkan – silahkan ” jawab pak hendri.

Kami berdiskusi mengenai topik dari proposal saya, pak hendri meminta proposal yang sudah saya buat ditinggal dulu untuk dibaca dan dipelajari, nanti beliau baru bisa memberikan masukan. Kesan bertemu beliau orangnya welcome, open mind dan cukup intelek, masih muda, harapannya semoga mempermudah saya untuk melanjutkan ke ujian proposal di bulan maret ini.

Selesai bertemu pak Hendri  saya dan mas bayu langsung meluncur balik ke kantor , melewati jalan depan senayan city  menuju ke senayan depan hotel mulia, bertemu jalan di belakang gedung dpr mas bayu bilang ” aku itu belum pernah lewat sini” ” lah sampeyan kemana aza di jakarta. kayaknya perlu saya ajak jalan – jalan keluar sering – sering ”  ucap saya ke mas bayu. sambil terus ngobrol kami melewati pasar palmerah dan tembus ke jalan yang menuju syahdan.

Karena perjalan cukup lumayan panas membuat perut mulai keroncongan, saya mengajak mas bayu untuk ngisi bengsin kembali alias makan “mas bayu kita cari makan tongseng dulu yuk, yah tutup dah tuh tempat makannya, kita nyari ke depan casagoya aza yuk, tempat langganan bapak mertuaku makan disana” .

Kami lanjutkan menuju pertigaan batusari dan belok kekanan ke tempat tongseng. Pas di depan casagoya kami berhenti untuk menikmati tongseng yang gandos alias lezat. Selesai makan kami berdua kembali ke kantor untuk melanjutkan aktifitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s