Kamar baca

Cita – cita lama untuk mempunyai kamar baca kesampaian juga. Karena sering berkunjung ke rumah Ibu Sri Yatini, saya jadi terinspirasi untuk mencontekknya. Setiap kali saya datang beliau masih aza ngutek di kamarnya, yang sudah di rubah menjadi perpustakaan pribadi. Berbagi macam koleksi buku bacaan dari buku novel sampai ensiklopedia tertata rapi di rak buku.

Kenyatanya efek sering melihat itu menimbulkan inspirasi untuk membuat kamar buku sendiri. Sekitar 3 bulan kemaren, kamar yang biasa menjadi tempat tidur saya rubah menjadi kamar belajar sedangkan kamar tidurnya saya pindah ke kamar yang tadinya buat lemri baju, kamar tidur saya khususkan hanya untuk tidur tanpa aksesoris sama sekali kecuali ac dan jam dinding. Kebetulan saya mendapat sumbangan meja dari kantor bunda CDK, jadi lengkap deh alat pendukungnya.

Sekarang kalau mau baca buku sudah enak, buku – buku yang saya punya, saya coba atur serapi mungkin biar mudah mencarinya. Efek lainnya CDK jadi ikutan nimbrung, kalau di tanya CDK lagi ngapain? dengan entengnya di jawab “belajar”. Seneng banget bisa mengajari anak dengan praktek atau contoh tidak sekedar menyuruh. Pengalaman pribadi saya, kalau melakukan sesuatu dengan di suruh – suruh itu kurang greget terkadang juga malah malas. Pada suatu kondisi tertentu bukannya di lakukan tapi justru saya tinggal pergi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s