Pencerahan dari Jokowi

Sabtu 10 novemper 2012 menjadi  momen yang luarbiasa, saya dan istri ikut seminar Pak Andriewongso dengan tema ” The hero Spirit of Entrepreneurship”. Kami datang ke gedung BPPT dengan mengendarai motor melewati jalur slipi, sudirman mengarah ke bundaran HI,  setelah lampu merah sarinah kami belok ke gedung BPPT.

Dari awal dimulainya seminar, satu yang paling ditunggu – tunggu oleh para hadirin yaitu kehadiran Pak Jokowi, sebagi seorang gubernur yang merakyat dan sibuk blusuan ke kampung – kampung. Informasi dari panitia mengabarkan bahwa beliau telat hadir. Kenapa beliau telat? alasannya adalah karena beliau di panggil mendadak SBY. Tetapi beliau memastikan pasti hadir untuk sharing dengan para entrepeneur yang hadir.

Tepat jam 3 kurang dikit beliau hadir dengan santainya , tanpa pengawalan, baju yang sangat sederhana dan sepatu kets. Istri saya yang sedari tadi menunggu langsung melompati kursi yang diduduki untuk mengejar beliau bersama teman – teman wartawan,  untuk menyapa dan mengabadikan moment tersebut. Sambil terus berjalan ke kursi yang telah disediakan beliau terus di kerubuti wartawan sampai mas EIS (eko imam selamet) kewalahan untuk mencegah, hal tersebut sampai berlangsung beberapa menit, sambil terus di iringi tepuk tangan para hadirin.

Acara dilanjutkan dengan Pak Aw memberikan ceramahnya tapi di tengah – tengah beliau ceramah, ada kode kalau pak Jokowi sudah mepet waktunya maka terpotong lah pembicaraan beliau dan diberikan kesempatan untuk Pak Jokowi.

Saat Pak Aw memberikan micnya justru Pak Jokowi memilih mic standing dan mengambilnya sendiri dari pojokan stage serta mengatur sendiri micnya disertai gemuruh tepuk tangan ribuan peserta seminar. Saya sendiri merinding dan juga merasa tersindir sebagai orang yang ikut membantu seminar kurang cepat dan tanggap untuk membantu beliau mengambil mic.

Saat mulai ceramahnya pak Jokowi bilang ” saya tidak bisa jadi artis  kungfu seperti pak AW, wong wajah saja pas – pasan, tetapi pak AW belum tentu bisa jadi gubernur  seperti saya, di kira enak apa jadi gubernur baru dua minggu saja sudah pusing” lagi – lagi di sambut gelak tawa hadirin dan tepuk tangan riuh rendah.

Satu pesan yang saya ingat dari beliu untuk menjadi entrepreneur adalah ” nyemplung aza seperti mencari ikan , kadang bertemu buaya, kalau ada buaya tidak usah takut, tetapi tangkap buaya dan bisa dikuliti dan kulitnyapun bisa jadi sepatu, gesper dll. Tetapi yang namanya nyebur juga mesti ada kalkulasi atau hitung – hitunganya“.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s