Barakah di tempat kerja

Satu hal yang sering saya  kurang perhatikan, adalah kebarakahan sewaktu kerja di kantor. Tulisan ini sebagai renungan, dan pengingat betapa pentingnya mencari barakah dalam bekerja supaya hasil jerih payah kita bisa  memberikan kebahagiaan buat keluarga.

Bagi setiap manusia di dunia ini , bekerja merupakan kebawajiban yang mesti dilakukan dan tidak boleh dihindari. Apapun agamanya memerintahkan ummatnya untuk bekerja. Alkisah, sayyidina Umar Ibnu Khathab pernah terkagum – kagum pada seorang yang shalih disebuah perkampungan. Tak ada aktivitas lain yang dilakukan oleh orang tersebut, kecuali menghabiskan waktunya untuk beribadah di masjid. Karena itu, sahabat yang mendapatkan julukan Al-Farug itu mengadukan kekagumannya kepada nabi Muhammad Saw.

“Wahai Nabiyullah, ada seorang laki-laki yang sangat luarbiasa, ia menghabiskan waktunya selama 24 jam hanya untuk beribadah di masjid,’ kata Umar.

Kemudian Nabi bertanya, “Lalu siapa yang memberinya makan dan pakaian?

“Tetangga sekitarnya,” jawab sayyidina Umar.

“Kalau begitu, yang masuk surga adalah tetangganya,” tegas Nabi.

Kisah diatas menunjukkah bahwa Rasul kurang menyukai orang yang beribadah terus – menerus tanpa dibarengi dengan kerja. Sebab, mereka mengabaikan sisi fisik yang memang membutuhkan asupan makanan, pakaian, dan lain sebagainya. Beribadah tidak hanya dimasjid, apabila kita bekerja dengan niat beribadah kepada Allah, maka kerja juga memiliki nilai lebih.

Adapaun yang menyebabkan rezeki kita barakah, tentu saja berkaitan dengan cara kita mendapatkan rezeki itu. Kantor atau tempat kerja merupakan bagian dari proses mendapatkan rezeki itu.

Supaya barakah kita mesti memperhatikan hal – hal berikut:

  1. Disiplin kerja
  2. Kerja keras
  3. Komitmen
  4. Tanggung jawab
  5. Jujur
  6. Etika
  7. Amanah

Setiap dari kita harus memilih pekerjaan yang bersih, jernih, dan bertanggung jawab. Sebab, yang menikmati hasil kerja atau gaji itu adalah anak istri kita. Jika uang yang kita dapatkan merupakan uang yang kotor, tentu saja akan berakibat pada pertumbuhan, jiwa anak, atau hubungan rumah tangga yang tidak harmonis. Rezeki halal yang kita nikmati akan membentuk kehidupan yang lebih nyaman dan bahagia. Cara kerja dalam memperoleh uang yang halal akan menentukan titik kebahagiaan kita.

Apabila kita sudah memperhatikan “kebarakahan” di tempat kerja, dan kita sudah sangat hati-hati dengan proses mendapatkannya, menjalankan tugas, serta tanggung jawab yang diemban, maka kita akan selamat dari berbagai pendapatan yang kotor, tidak barakah, dan hidup yang penuh bencana. Semoga kita benar-benar menjadi orang yang berhati-hati dalam bekerja, melaksanakan tugas, tidak mengambil sesuka hati, meskipun orang lain, memberikan persetujuan kepada hal-hal yang negatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s