Pasang torn (penampungan air)

Melanjutkan program penghematan listrik dirumah.! Sebelumnya saya mengganti lampu pijar menjadi lampu led, saya lanjutkan dengan  memasang torn (penampungan air). Untuk memasang torn saya agak kesulitan mencari tukang yang mengerjakan apa pasal? karena kebanyakan tukang masih banyak yang mudik, kalaupun ada mereka ingin pekerjaan yang rentang pekerjaanya lama, mereka bilang kalau sebentar rugi karena mesti bolak – balik kampung tidak sesui antara pendapatan dan pengeluaran habis di ongkos. Setelah beberapa hari telpon sana – sini, minta bantuan sana – sini saya mencoba contact teman masa kecil di kampung, kebetulan teman saya ini biasa bekerja sebagai tukang batu ataupun kayu. Alhamdullilah orangnya bersedia dan akhirnya sampai juga deh beliau di jakarta.

Pengerjaan torn ( penampungan air) di awali dengan  mencari kran air,  ternyata mencari kran yang bagus itu seru juga loh, saya memasang standart tinggi untuk kran karena pengalaman sebelumnya apabila menggunakan kran yang biasa beli di material dekat rumah biasanya kran sering patah, maklum lah ya harga juga mempengaruhi kualitas. Yang ada di benak saya saat kemaren itu adalah merk Toto, kenapa toto karena saya sering memperhatiin di gedung perkantoran ataupun hotel berbintang merk ini selalu terpasang di area toilet mereka jadi kesimpulan saya Toto pasti merk bagus. Selepas istri pulang kerja saya mengajaknya untuk mampir di ace hardware untuk mencari kran dan langsung tanya ke pelayan, mas ada merk Toto? sang pelayan menjawab “merk Toto tidak masuk di sini mas” walah ternyata Toto tidak masuk mau tidak mau saya memilih merk yang sepadan ataupun tidak jauh berbeda dari sisi kualita akhirnya saya memutuskan memilih merk krisbow, di jelaskan oleh si pelayan bahwa kran tersebut sudah menggunakan kuningan jadi anti karat, saya mengambil sebanyak 4 buah dengan masing – masing seharga Rp 90.000,- . Selain kran air saya juga membeli shower air untuk menggantikan bak mandi, saya memutuskan mengganti bak mandi karena ingin melihat kamar mandi yang rapi dan bersih, mimpinya sih punya kamar mandi seperti di hotel bintang 5. Untuk harga shower air Rp. 199.000,-.

Keesokan harinya di lanjutkan mencari kebutuhan lain ke toko material dekat smp 229 kemanggisan, di sini saya membeli Torn 700 liter  seharga Rp. 700,000- , pipa pvc 1/2 inch sebanyak 11 biji, sambungan pipa, lem pipa, gergaji, klem, semen, pasir, keramik  dan pernak pernik kebutuhan untuk harga saya kelupaan karena bon pembelian keselip. Total belanja ke material kurang – lebih Rp 1.600.000,-.

Selesai belanja pekerjaan di mulai dengan memasang pipa air melewati plafon dan menjebol tembok kamar mandi kalau istilah tukang “mbobok”. Karena saya ingin memugar kamar mandi juga maka mbobok – membobok ini memakan waktu lebih dari 2 hari. Setelah pipa terpasang , di lanjut memasang bantalan torn dengan batubata dan coran semen. Di lanjutkan memasang torn dan mensetting pemipaan ke arah mesin air. Sehari setelah pemasangan saya coba dan berhasil lancar, tetapi saya kurang puas karena air dari mesin masih bisa langsung ke kran tanpa lewat torn, kenapa begitu karena jalur pemipaan yang lama tidak di matikan tetapi hanya di pasang stop kran, jadi air masih bisa langsung dari mesin apabila stop kran di setel terbuka,  maksud hati  ingin irit tetapi tetap boros jadinya, saya berfikir lagi bagaimana mengakalinnya? akhirnya saya ketemu solusinya dengan memasang radar air, setelah radar terpasang otomatis air hanya bisa keluar dari torn karena mesin baru menyala apabila radar menunjukkan air torn berkurang sebanyak seperempat isi torn.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s