Peran pembantu

Lebaran sudah lewat banyak cerita yang bisa di bagi dan di angkat untuk dijadikan topik pembicaraan, salah satunyanya pembantu rumah tangga. Sudah dua tahun ini saya memperkerjakan orang untuk membantu menjaga CDK.

Cerita dari teman kerja, pimpinan dan juga tetangga mengenai pembantu mereka yang tidak kembali setelah liburan hari lebaran ini. Betapa repotnya bagi kami yang suami istri bekerja tanpa adanya pembantu yang menjaga anak dan juga pekerjaan dirumah. Jatah cuti sudah habis di ambil sewaktu liburan tetapi pembantu tidak datang gimana solusinya? ada yang mengajak anaknya ke kantor, ada yang terpaksa absen kerja pokoknya repot.

Sempat saya share hal ini dengan beberapa teman yang pernah mengalami hal seperti itu mereka menyarankan anggaplah pembantu itu bukan pembantu tetapi bagian dari keluarga, mereka juga manusia seperti kita yang butuh kenyamanan waktu berlibur dan bukan manusia yang siap 24 jam untuk bisa kita ganggu kalau kita memiliki jam kerja merekapun punya hak yang sama. Saya berfikir hal itu betul banget, makanya semenjak awal saya memperkerjakan pembantu saya sudah komit satu hari dalam seminggu ada hari libur terserah mau berlibur kemana begitu pula  kalau tanggal merah ketika saya dan bunda CDK tidak ada kegiatan saya juga persilahkan untuk keluar rumah atau berlibur kalau memang ingin berlibur.

Dalam keseharianpun pembantu saya anggap sebagai bagian dari keluarga tidak ada perbedaan dalam hal makan kami makan bareng pokoknya  di anggap sebagai bagian keluarga dengan segala etikanya.

Kalau dalam ISLAM pembantu atau qadimah itu juga dimuliakan seperti yang di contohkan Rasullulah karena derajat manusia itu bukan dilihat bukan dari posisi atau jabatannya melainkan Keimanannya , dengan iman yang baik dan kuat tentu dalam keseharian hidup akan terefleksikan dalam segala hal kelakuan sehari – hari. Dengan iman yang baik tentu keseharianpun baik.

Dengan banyaknya cerita pembantu yang tidak balik ke majikan saat ini menjadi perenungan saya bagaimana peran pembantu sagat penting dalam menunjang keseharian kehidupan. Saya membayangkan suatu saat nanti pada saat INDONESIA sudah menjadi negara maju pembantu bisa – bisa memiliki standart pendidikan sampai S3 dan bayarannyapun per jam..tidak ada lagi kata tidak kembali seperti saat ini semua berjalan secara profesional.

Salam damai penuh cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s