Saya tidak tahu

Ada pendapat orang apabila buang hajat lebih nikmat kalau di tambah dengan menyulut rokok atau yen simbah bilang ngudut, tetapi bagi saya yang tidak merokok tentu berbeda kalau saya ini paling nikmat sambil membaca membawa buku ataupun bahan bacaan dan pada saat itu terasa otak langsung nyambung kalau pada situasi lain untuk konsentrasi membaca saja sulit maka pada kesempatan ini justru langsung masuk ke otak.

Membaca buku lentera hati dari quarish shihab yang saya beli pada tahun 2001 yang lalu saya tertarik dengan tulisan dengan judul kejujuran ilmiah.

Di situ di jelaskan bahwa Al-quran menjadikan kata “aku (kami) tidak tahu” sebagai jawaban yang harus diucapkan oleh orang yang tidak mengetahui meskipun ia seorang pakar, Nabi atau Rasul, bahkan malaikat yang berada di sisi Tuhan sekalipun.

Seorang yang disodorkan kepadanya suatu pertanyaan yang ia tidak ketahui jawabannya, hanya mempunyai tiga pilihan: Pertama, ia menjawab dengan membohongi dirinya sendiri serta sipenanya. Kedua, berusaha meyakinkan dirinya dan sipenanya dengan memberikan jawaban yang tidak pasti berdasarkan dugaan, sedangkan dugaan menurut Al-Quran  tidak bermanfaat sedikitpun terhadap kebenaran (lihat Qs 53: 28). Ketiga, bersikap jujur dengan berkata, “Saya tidak tahu.” jawaban demikian inilah yang diberikan oleh Nabi saw. setiap diajukan kepada beliau suatu pertanyaan yang tidak diketahui duduk perkaranya. Nabi bahkan bersabda: “Bukti pengetahuan seseorang adalah menjawab (dengan jawaban) ‘saya tidak tahu’.”

Sikap yang demikian tertanam dikalangan ilmuwan Muslim masa lampau. Empatpuluh pertanyaan pernah diajukan kepada Imam Malik, tigapuluh enam diantaranya di jawab dengan “saya tidak tahu.”

Sekian banyak di antara kita yang berbicara tentang segala ilmu – umum atau agama seakan-akan tidak kenal lagi spesialisasi. Sekian banyak di antara kita yang menjawab dengan sangat fasih dan lancar, atau terlibat dalam pembicaraan yang tidak kita ketahui ujung pangkalnya. Sikap semacam inilah yang melahirkan isu bahkan fatwa- fatwa yang keliru dan menyesatkan.

Dengan segala macam kemajuan di masa kini mestinya kita tidak malu untuk mengucapkan kata “saya tidak tahu” walaupun kita akan dianggap rendah atau bahkan hina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s