ASI yang terbaik

Gak terasa hari ini Jumat, 22 Oktober 2010 adalah bulan ke-3 aku cuti dari seluruh kegiatan baik dari kerjaan sampai kuliah. Sekarang, yang menjadi fokus hanyalah merawat putri kecilku Callista Dara Kamaratih, memenuhi kebutuhannya, mengamati perkembangannya, dan menjaga kesehatannya.

11 Oktober kemarin, ia genap berusia 3 bulan semoga Allah selalu melindunginya dan memberinya kesehatan wal’afiat amin Ya Robb. Tapi, selain kebahagiaan yang terus menyelimuti aku, ada perasaan khawatir apalagi 1 minggu lagi mau ditinggal kerja. Belum terbiasa ngedot itulah yang menjadi fikiranku, segala upaya sudah aku lakuin biar CDK terampil ngedot dari membeli berbagai jenis dot, dan searching di internet , menurut informasi yang dapat dari inet, yang menyebabkan anak tidak mau ngedot karena bingung puting, makanya banyak pendapat yang menyarankan memberikan ASI dengan menggunakan sendok (tapi mana puassss ???, dan betapa ribetnya pasti banyak yang tumpah…sayangkan ASI kalau dibuang-buang ). Makanya sampai H-10 hari aku masih khawatir bawaannya mikirin gimana Callista nanti kalau aku tinggal kerja. Tapi, yakin aja kalau anakku pasti bisa. Yang pasti aku bertekad supaya bisa memberikan yang terbaik buat callista termasuk memberikan ASI Ekslusif buat anakku. Kenapa aku bertekad banget kasih ASI buat callista karena dari berbagai sumber mengatakan bahwa ASI adalah makanan yang terbaik buat bayi. Salah satunya arikel berikut :

Selain mudah dicerna, ASI bersih, aman dan mengandung nutrisi seimbang yang dapat melindungi si kecil dari berbagai penyakit dan alergi. Dan yang lebih penting lagi, ASI memegang peran utama dalam pembentukan kecerdasan anak.

Lagipula, dizaman mahal seperti ini, di mana ibu-ibu ribut soal harga susu kaleng, pilihan untuk kembali memberikan ASI adalah langkah yang bijaksana. Tokh, ASI tidak perlu membeli – kalau memang ASI ibu keluar dengan lancar. Ibu hanya perlu menjaga kondisi gizi dalam tubuhnya dan tidak punya penyakit yang bisa ditularkan melalui ASI kepada bayinya.

Pemberian ASI juga praktis karena dapat langsung diberikan kepada anak tanpa harus dimasak dulu. Tentu saja selama bayi dekat dengan ibunya.

Tetapi, sekali pun ibu tidak bisa setiap saat dekat dengan bayinya, ASI tetap bisa diberikan dengan pengaturan yang disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Ibu bekerja di luar rumah bukan berarti tidak bisa memberikan ASI pada bayinya.

Jika ibu bekerja, ASI bisa dipompa dan disimpan dalam botol steril untuk diberikan pada si kecil saat anda tidak di rumah. Tapi ingat jangan simpan ASI lebih dari 6 jam dan lebih baik jika disimpan di lemari es. ASI pun dapat dibekukan, tapi ini akan menyebabkan hilangnya zat-zat penting yang dibutuhkan si kecil. Sebaiknya memang ASI selalu diberikan dalam keadaan segar.

Suasana ketika memberikan ASI langsung kepada bayi merupakan saat-saat yang sangat istimewa bagi seorang ibu. Ibu akan selalu ingat bagaimana hangat, lembut dan manisnya di kecil yang sedang menyusu. Ibu juga dapat merasakan kebahagiaan saat melihat si kecil tumbuh kembang dengan mendapatkan makanan yang berasal dari tubuhnya sendiri.

Perkembangan kecerdasan
Lalu apa saja yang harus diketahui ibu mengenai ASI ini? Banyak sekali ternyata. Kegunaannya, kandungan zatnya, cara memperlancar, kemudian penanganan bila ada gangguan dan lain-lain.

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa bayi, baik yang lahir prematur maupun cukup umur, yang diberi ASI, memiliki skor perkembangan kecerdasan dan visual lebih tinggi darpiada bayi yang mendapatkan susu pengganti. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Alan Lucas, Kepala Departemen Gizi Bayi dan Anak pada Unit Medical Research Council Dunn, Cambridge, Inggris, terhadap anak-anak berusia 8 tahun yang mempunyai riwayat lahir prematur dan mendapatkan ASI ketika bayi baru lahir selama sebulan, menunjukkan bahwa IQ mereka 103,7. Ini berarti 10 angka di atas anak-anak yang semasa bayinya mendapatkan susu pengganti dengan skor rata-rata 93,1. Masih ada lagi beberapa penelitian yang mendukung hasil penelitian itu.

Perbedaan komposisi kandungan zat antara ASI dengan susu pengganti adalah terutama karena adanya DHA (Docosahexaenoic Acid) dalam ASI, yang tidak dijumpai pada susu pengganti. DHA merupakan bagian dari asam lemak esensial omega-3 rantai karbon panjang (C-22) yang penting bagi perkembangan otak.

Penelitian lain membuktikan kandungan DHA dan EPA (Echopentaenoic Acid) omega-3 dalam darah bayi yang memperoleh ASI, ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan susu pengganti, yang bahan dasarnya adalah susu sapi. Jadi jelaslah, bahwa ASI memang diperuntukkan bagi bayi manusia, sehingga komposisinya yang unik juga cocok untuk manusia. Selain itu, ASI juga mengandung spektrum vitamin dan mineral yang lengkap.

Nilai lebih yang dimiliki ASI juga tidak hanya itu. Komposisi ASI bisa berubah dari hari ke hari, menyesuaikan diri dengan kebutuhan gizi bayi. Keadaan ini berbeda dengan susu pengganti yang jika setiap kali minum akan dengan ukuran tepat akan memiliki perbandingan campuran sama antara protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Jadi, meski pun kandungan gizinya sama, tetapi komposisi ASI biasanya berubah-ubah menurut kebutuhannya.
Misalnya saja, kolostrum (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal melahirkan hingga seminggu), terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI matang. Masa perubahan kolostrum menjadi ASI itu sendiri terjadi antara hari ke-3 sampai hari ke-6, pada saat kandungan protein masih cukup tinggi. Melewati hari ke-10 umumnya kandungan protein mencapai kadar yang konsisten, yang biasa disebut ASI matang.

Ada mitos yang mengatakan bahwa ASI yang keluar pertama ini harus dibuang karena tidak bersih. Hal ini sama sekali tidak benar. Malah kolostrum ini memiliki kadar gizi yang paling tinggi. Kolostrum sangat kaya akan vitamin dan mineral. Misalnya saja, pada hari ketiga setelah ibu melahirkan tingkat vitamin A dan E ASI-nya bisa tiga kali lebih tinggi daripada ASI yang keluar tiga minggu kemudian. Bahkan jumlah beta karoten yang ada juga bisa 10 kali lebih tinggi.

Selain itu komposisi unik dari kolostrum ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang belum berfungsi optimal. Misalnya saja memudahkan perjalanan mekonium, zat berwarna hijau tua yang terdapat dalam usus bayi baru lahir. Mekonium ini mengandung faktor pertumbuhan esensial bagi bakteri Lactobacilus bifidus dan merupakan medum biakan pertama dalam usus bayi. Hal ini diperlukan untuk membantu pencernaan bayi agar siap mengkonsumsi ASI matang.

Antibodi yang berlimpah dalam kolostrum juga membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai infeksi sistem pencernaannya. Kalaupun ada hal yang tidak pernah berubah dalam ASI adalah perbandingan cairan, protein, mineral serta gula susu.

Kekebalan tubuh
ASI juga mengandung mineral dan vitamin yang seimbang, termasuk kalsium, fosfor, seng dan vitamin B6, B12, C dan D. Selain zat gizi, dalam ASI juga terdapat zat yang disebut IgA (Immunoglobin A). Zat ini perlu untuk membantu kekebalan tubuh bayi. Seperti diketahui, ketika bayi lahir, biasanya tidak mempunyai kekebalan sendiri, kecuali yang diturunkan dari ibunya. Kekebalan sementara dari si ibu ini akan habis, sementara lewat ASI bayi bisa mendapatkan perlindungan sampai memiliki antibodi sendiri pada usia kira-kira 3 bulan.

Kerja IgA pada bayi ibaratnya bagaikan cat yang melapisi usus bayi dan mengikat bakteri serta virus, sehingga bakteri dan virus itu tidak dapat berkembang biak. Setelah beberapa jam, IgA dicernakan sebagai protein dan dikeluarkan. Jadi setiap kali bayi mendapatkan ASI, dia akan mendapatkan lapisan baru. Dari kenyataan itu, terlihat bahwa IgA sangat berperan dalam mencegah diare.

Komponen utama ASI seolah-olah tak pernah terpengaruh oleh diet ibu menyusui. Yang Maha Kuasa menciptakan ASI dengan gizi yang cocok dan jumlah yang cukup pada setiap tahap perkembangan bayi. Bahkan jika dalam diet si ibu menyusui kekurangan kalsium, maka kalsium dari ASI-nya akan diambil dari simpanan yang ada dalam tulang si ibu. Dengan demikian bayi tetap tidak mengalami kekurangan kalsium.

Kualitas ASI
Namun sebaiknya, seorang ibu hamil sebaiknya menjalani diet yang baik – dalam arti mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup dengan gizi yang seimbang – sehingga ASI yang dikeluarkannya pun diharapkan juga berkualitas baik.

Khususnya vitamin, ibu menyusui sebaiknya selalu mengkonsumsinya karena tubuh tidak bisa mendintesanya, sehingga tidak ada cadangan zat gizi ini dalam tubuh ibu. Selain itu, seorang ibu menyusui juga perlu minum banyak, agar cairan ASI-nya juga banyak. Beberapa bahan makanan seperti daun katuk bahkan akan meningkatkan produksi ASI.

Lalu bagaimana pengaruh makanan yang dikonsumsi ibu menyusui terhadap mutu ASI-nya? Hingga kini, sampai sejauh ini mana dampak makanan ibu menyusui terhadap kesehatan memang masih dalam perdebatan. Perihal ibu yang makan pedas kemudian berakibat bayi diare, misalnya, menurut banyak ahli adalah mitos belaka. Demikian pual dengan pernyataan bahwa sayuran yang mengandung gas seperti kol atau nangka muda, dapat diteruskan lewat ASI ke bayi sehingga menyebabkan bayi kembung.

Namun, hampir semua ahli sepakat bahwa ibu menyusui sebaiknya tidak minum obat-obatan secara sembarangan, apalagi jenis antibiotika. Bahkan Bonnie S. Wirthington-Roberts dalam bukunya Nutrition in Pregnancy and Lactation menyatakan bahwa 1-2 persen dosis obat yang diminum ibu menyusui akan dikonsumsi bayi melalui ASI.
Karena itu, pastikan obat yang anda konsumsi atas petunjuk dokter. Dalam buku ini disebutkan pula bahwa ibu menyusui yang mengkonsumsi kopi pekat akan mengganggu tidur bayi.

Beberapa penelitian dari sejumlah ilmuwan di Amerika menunjukkan bahwa aroma makanan yang dimakan ibu dapat dirasakan oleh bayi lewat ASI. Misalnya saja aroma bawang putih, vanili, mint. Dengan menu ibu yang berganti-ganti setiap harinya, bayi pun dapat belajar mencicipi variasi aroma makanan baru yang kelak akan berguna jika dia besar.

Nah, terbayangkan kenapa tekadku sangat kuat untuk memberikan ASI untuk Callistaku sayang.

Sumber bacaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s