Imunisasi BCG buat CDK

Hari ini saya mengantar putriku untuk imunisasi kembali, berangkat dari rumah naik taksi blue bird menuju RS Harapan kita di temani bunda CDK sesampainya di RS langsung mendaftar dan mendapat giliran no 10. Sedikit lucu pas di panggil oleh suster untuk diperiksa dengan panggilan ” Callista harap menunggu di depan ruang 3, eh ada orang dengan PDnya ikut ngantri dengan istri dan anaknya yang di gendong, ” dalam hati aku yakin orang ini salah karena saya tau persis urutan nomor yang di panggil dalam hati pasti nih namanya sama dengan namanya CDK, pas di suruh masuk dia mau nyelonong aza kedalam saya bilang ke bundanya CDK coba tanya lagi nama lengkap callista-nya apa … dan betul Callista Dara Kamaratih, terpaksa deh orang tersebut kembali ngantri.

Selanjutnya ketemu deh CDK dengan dokter MOKO di tanya gimana dedeknya sehat. Alhamdullilah dok dedeknya sehat ok kalau begitu di imunisasi ya? baik dok dedek CDK di imunisasi. Kasihan banget deh di suntik ngeri saya ngelihatnya lah saya itu lumayan takut ama jarum suntik apalagi dedek CDK yang masih kecil begitu. CDK di imunisasi di bagian paha karena mungkin menahan sakit CDK ampe pup .. lucu plus kasihan. dokter moko sih bilang Ndak papa itu kan rezeki sambil senyum – senyum bunda callisata ndiemin dedekku yang cantik dari nangisnya.

Selesai dokter memberitahu kalau perkembangan CDK bagus berat tambah yang tadinya 4 Kg sekarang menjadi 4.6 Kg  dan panjang menjadi 5.5 Cm lebih dari bagus dalam 2 minggu bertambah segitu. Dan nasihat buat bunda callista berfikir tenang dan niatkan memberikan ASI walaupun nanti bekerja kembali. Saya hanya berdoa semoga bunda CDK mampu menyusui sampai CDK berumur 2 tahun selain memang perintah dalam agama juga untuk menjaga pertumbuhan dedek CDK agar lebih kuat daya tahan tubuhnya sempurna perkembangan otak dan organ tubuhnya. Begitu hal – hal yang saya fahami dari kegunaan ASI buat bayi dan perkembangan anak.

Oh iya CDK tadi diberikan imunisasi BCG saya tanya ke dokter. Dok BCG itu apa ya ? bcg berguna mencegah agar tidak terkena penyakit TBC secara dini. Alhamdulilah kalau begitu karena TBC cukup membahayakan kalau sampai tertular walaupun bisa disembuhkan tetapi mencegah akan lebih baik daripada mesti mengobati.

Penasaran tentang BCG ini saya kutipkan dari tulisan orang lain:

IMUNISASI BCG

Jumlah Pemberian

Cukup 1 kali, karena vaksin BCG berisi kuman hidup sehingga antibodi yang terbentuk akan memiliki kualitas yang sama dengan yang terinfeksi secara alami. Oleh karena itu, antibodi yang dihasilkan melalui vaksinasi sudah tinggi. Berbeda dari vaksin yang berisi kuman mati, umumnya memerlukan booster atau pengulangan.

Usia Pemberian

Kelompok umur yang rentan terserang TB adalah usia balita, terutama usia kurang dari 1 tahun. Hal ini disebabkan anak umumnya punya hubungan erat dengan penderita TB dewasa, seperti dengan ibu, bapak, nenek, kakek, dan orang lain yang serumah. Karena itulah, vaksin BCG sudah diberikan kepada anak sejak berusia kurang dari 1 tahun, yaitu usia 2 bulan. Di usia ini sistem imun tubuh anak sudah cukup matang untuk mendapat vaksin BCG. Namun, bila ada anggota keluarga yang tinggal serumah atau kerabat yang sering berkunjung ke rumah menderita TB, maka ada baiknya bayi segera diimunisasi BCG setelah lahir.

Bila umur bayi sudah terlewat dari 2 bulan, sebelum dilakukan vaksinasi hendaknya jalani dulu tes Mantoux (tuberkulin). Gunanya untuk mengetahui, apakah tubuh si anak sudah kemasukan kuman Mycobacterium tuberculosis atau belum. Vaksinasi BCG dilakukan apabila tes Mantoux negatif.

Lokasi Penyuntikan

Yang dianjurkan oleh WHO adalah di lengan kanan atas. Cara menyuntikkannya pun membutuhkan keahlian khusus karena vaksin harus masuk ke dalam kulit. Bila dilakukan di paha, proses menyuntikkannya lebih sulit karena lapisan lemak di bawah kulit paha umumnya lebih tebal. Para orangtua juga tak perlu khawatir dengan luka parut yang bakal timbul di lengan, karena umumnya luka parut tersebut tidaklah besar. Jadi tidak akan merusak estetika keindahan lengan anak Anda kelak.

Berikan Vaksin Saat Anak Sehat

Tak perlu ragu melakukan vaksinasi bila anak hanya sekadar batuk pilek. Vaksinasi sebaiknya ditunda dulu apabila anak demam tinggi atau sedang menderita penyakit yang berat (misalnya sampai perlu perawatan di rumah sakit). Alangkah baiknya bila melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada yang lebih ahli sebelum melakukan vaksinasi.

Tanda Keberhasilan Vaksinasi


Tanda keberhasilan vaksinasi BCG berupa bisul kecil dan bernanah pada daerah bekas suntikan yang muncul setelah 4-6 minggu. Benjolan atau bisul setelah vaksinasi BCG memiliki ciri yang sangat khas dan berbeda dari bisul pada umumnya. Bisul tersebut tidak menimbulkan rasa nyeri, bahkan bila disentuh pun tidak terasa sakit. Tak hanya itu, munculnya bisul juga tak diiringi panas. Selanjutnya, bisul tersebut akan mengempis dan membentuk luka parut.

Bila Ada Reaksi Berlebih

Tingkatkan kewaspadaan bila ternyata muncul reaksi berlebih pascavaksinasi BCG. Misal, benjolan atau bisul itu lama tidak sembuh-sembuh dan menjadi koreng. Atau, malah ada pembengkakan pada kelenjar di ketiak (sekelan). Ini dapat merupakan pertanda si anak pernah terinfeksi TB sehingga menimbulkan reaksi berlebih setelah divaksin. Sebaiknya segera periksakan kembali ke dokter.

Penting diketahui, setiap infeksi selalu diikuti oleh pembesaran kelenjar limfe setempat (regional) sehingga bisa diraba. Jadi infeksi ringan akibat vaksinasi di lengan atas akan menyebabkan pembesaran kelenjar limfe ketiak. Jika infeksi terjadi pada pangkal paha, akan terjadi pembesaran kelenjar limfe di lipatan paha. Namun efek samping ini tidak terjadi pada semua bayi. Yang berisiko apabila bayi tersebut sudah terinfeksi TB sebelum vaksinasi.

Bila Tak Timbul Benjolan


Orangtua tak perlu khawatir bila ternyata tidak muncul bisul/benjolan di daerah suntik. Jangan langsung beranggapan bahwa vaksinasinya gagal. Bisa saja itu terjadi karena kadar antibodinya terlalu rendah, dosis terlalu rendah, daya tahan anak sedang menurun (misalnya anak dengan gizi buruk) atau kualitas vaksinnya kurang baik akibat cara penyimpanan yang salah.

Meski begitu, antibodi tetap terbentuk tetapi dalam kadar yang rendah. Jangan khawatir, di daerah endemis TB (penyakit TB terus-menerus ada sepanjang tahun) seperti Indonesia, infeksi alamiah akan selalu ada. Booster-nya (ulangan vaksinasi) bisa didapat dari alam, asalkan anak pernah divaksinasi sebelumnya.

Referensi

1. Prof. DR. Dr. Sri Rezeki S Hadinegoro, Sp.A(K), Staf pengajar pada Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI dan Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s