Mendidik Anak

Pagi ini 17 April 2010, saya jam 7 pagi pergi ke rumah Ibu Sri  Dosen sastra Inggris di Bina Nusantara beliau juga mengajar di  Trisakti beliau  langganan saya untuk  komputer dan teknologi,  bisnis sambilan saya yang menuju  bisnis utama  yang sedang saya rintis saat ini.

Saya datang ke rumah beliau untuk mengantarkan pesanan dvd acara ulang tahun perkumpulan dokter – dokter angkatan  darat dimana sumai beliau adalah salah satu dokter di sana.

Hal menarik yang menjadi perbincangan pada pagi ini adalah cerita mengenai bagiamana beliau mendidik cucunya yang bernama adinda, dinda ini anaknya terlihat cerdas pintar dan juga santun, kenapa saya bilang cerdas karena saya sering bertemu pada saat saya berkunjung kerumah beliau dan sering ngobrol denngan dinda ,dari cara berbicaranya terlihat bahwa anak tersebut pintar dan smart bahkan saya cenderung kagum anak seusia dia yang baru kelas sd tapi sudah paham dan banyak kosa kata ilmiah yang terucap dari mulutnya yang terkadang menyentil hati nurani saya lah saya yang saat ini studi di master degree aza ngobrol suka ngaco ini anak kecil lebih better dari saya jadi tersindir deh.

Ok saya kembali Ibu Sri dalam mendidik cucunya satu yang jadi kebiasaaan beliau, dari kecil dinda selalu diperdengarkan lagu classic mozart dan teman – temanya pada saat waktu dinda belajar ataupun pada saat pagi – pagi , seperti pagi ini walaupun dinda tidak berada di rumah tetapi music classic juga di setel dan diperdengarkan ke seluruh rumah .

Beliau mengajarkan ke cucunya : makan mie boleh tapi dua hari sekali, jadi ceritanya cucunya itu suka makan mie tetapi dari sisi kesehatan mie mestinya kurang baik bagi kesehatan tetapi cara penyampaiannya bukan langsung melarang “kamu ndak boleh makan mie” tetapi dengan cara – cara yang elegan seperti diatas. Contoh ajaran yang lain lagi : beliau mengajarkan ke cucunya agar tidak jajan di sekolah tetapi di bawaain bekel makanan dari rumah nah suatu kali beliu menawarkan ke cucunya untuk membawa uang buat jajan dan cucunyapun membawanya dan jajan sampai dirumah cucunya cerita kalau jajan malah ndak enak ngantri pas dapat bel masuk sudah berbunyi berarti lebih enak bawa bekel makanan dari rumah “pelajaran di dalamnya adalah ditanamkan di anak bahwa jajan itu tidak selalu baik bahkan cenderung kurang baik dilihat dari beberapa sisi”.

Saat ini di ikutkan kegiatan tari yang pentasnya ada di dalam dvd yang saya gandakan pada saat ini, jadi walaupun dia anak yang tinggal di jakarta tetapi dalam hal budaya di kenalkan semenjak kecil agar budaya nenek – moyangnya bisa di mengerti dan di sukai dari semenjak dini.

Wah jadi kefikir bagaimana nanti saya mendidiknya anak nanti ya? tentunya pelajaran berharga ini saya camkan dalam diri dan nanti akan menjadi modal dalam mendidiknya  setelah lahir kedunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s