Pelajaran baru mengenai ASET

Semenjak lama saya bercita – cita menjadi pribadi yang mandiri dalam hal finansial, menjadi seorang pengusaha atau enterpreneur. Selayaknya yang di contohkan baginda Rasullulah SAW. Menjadi seorang muslim serasa hanya menjadi pecundang pada saat gerak langkah kehidupan masih menjadi beban orang lain. Sampai saat ini saya masih menjadi pekerja yang mesti bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore di tambah hari sabtu setengah hari.

Tetapi walaupun seorang pekerja saya tetap bercita – cita dan terus meniti jalan untuk meraih mimpi – mimpi tersebut. Bahagia kirannya bisa mengelola usaha sendiri , bisa berbagi dengan orang lain, bisa share ilmu dan pengetahuan dengan orang lain dan juga bisa belajar dengan orang lain.

Untuk meraih cita – cita tersebut hal yang bisa di lakukan saat ini mencari pengetahuan dan ilmu mengenai usaha dan penguat motivasi. Pada minggu kemaren selepas mengantar istri kuliah di kampusnya Mercubuana saya mampir ke gramedia dan mencari  dengan judul “Rich Dad, Poor Dad” karanngan Robert T. Kiyosaki pada awalnya saya mengenal buku ini melalui orang – orang yag menawarkan MLM dan selalu saya anggap angin lalu karena saya salah satu orang yang tidak suka dengan gaya bisnis MLM yang cenderung menekan orang awam di bandingkan memberikan jalan menuju sukses dengan cara yang lebih elegan. Tetapi jadi penasaran juga apa sih yang di ajarkan oleh Robert T Kiyosaki itu ?

Dan pada saat ini saya baca baru setengahnya awalnya saya baca membosankan karena permainan kata – katanya juga kurang menarik bagi saya tetapi pada saat masuk hal yang membahas aset indera perasa saya langsung memberikan respon bahwa ini hal penting dan pelajaran baru bagi saya yang mesti di ambil.

Aset yang di maksud oleh Robert itu adalah sesuatu investasi yang bisa mengahasilkan uang bagi kita bukan justru kita membayarnya, contoh begini membeli rumah bagi orang yang miskin di kira aset yang bagus padahal sebenarnya itu bukanlah aset karena membelinya melalui kredit selanjutnya terkena bunga belum di tambah pajak. Lain lagi apabila membeli rumah dan rumah tersebut di sewakan dan menghasilkan uang yang bisa di gunakan untuk mencicil dan kita masih mendapatkan sisa dari cicilan itu baru di bilang aset.

Orang kaya membeli aset

Orang miskin hanya mempunyai pengeluaran.

Kelas menengah membeli lialibilitas yang mereka pikir sebagai aset.

Saya tersadar sekarang bahwa saya dulu pernah berfikir salah, saya berani nekad membeli motor tiger revo seharga 23 juta dengan uang muka 10 juta saya kira saya bisa mendapatkan return yang baik dan mendapatkan apa yang saya harapkan nyatanya itu hanya tipuan emosi saja dan hanya menguras keuangan yang impactnya buruk, seandainya saja saya dengan uang 23 juta bisa investasi kebarang aset misal saya belikan emas batangan ataupun saya buat modal usaha pasti bisa menjadi aset saya.

Nah dari membaca buku karangan Robert tersebut sekarang merubah pola fikir saya bahwa membeli aset itu mesti di dahulukan dari pada membeli barang yang bukan aset, hal ini menjadi pendorong saya untuk terus berusaha dan berciata cita menjadi seorang pengusaha. Moga sobat dan kawan yang membaca bisa memberikan masukan ataupun krtikan dan juga mengambil hal yang baik dari tulian saya ini . Tetap semangat menjadi pengusaha.

2 thoughts on “Pelajaran baru mengenai ASET

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s