Going to extra miles

Going extra miles adalah pepatah yang bisa memotivasi  agar bisa menjadi lebih baik dalam kualitas diri arti umumnya kira – kira adalah =  memberikan lebih daripada yang diharapkan dari seseorang.  Kalau saya mengartikannya sebagai mesti melakukan daya dan upaya itu lebih dari yang diminta analoginya begini:

  1. Kalau nilai kelulusan sekolah adalah minimal 7 maka saya mesti mendapatkan nilai 8.
  2. Kalau pimpinan kerja saya mengharapkan pekerjaan tuntas besok maka saya mesti tuntaskan hari ini.
  3. Apabila teman – teman saya kuliah sampai S1 maka saya harus sampai s2.
  4. Kalau orang di sekitar saya suka berbelanja ke mall atau jalan – jalan ke tempat rekreasi kita jangan hanya ikutan jalan – jalan dan rekreasi tapi kita menciptakan mall atau tempat rekreasinya.
  5. Kalau orang shalat hanya yang wajib saya mesti menambahkan shalat yang sunah rawatib, dhuha dan lainya.

Itu analogi yang coba saya berikan, tetapi analogi tersebut juga tidak perfectionis atau kudu dan wajib di karenakan di dalam diri itu ada yang namanya penyakit riya atau terselib kesombongan yang terkadang tidak di sadari, tentunya hal di atas di lakukan dengan tujuan untuk menjadi lebih baik memiliki nilai lebih dan menggedor semangat agar terus berkreatifitas jangan puas sampai pencapaian yang standart kalau bisa berbuat lebih kenapa mesti berbuat yang biasa.

Saya merasa senang di waktu kecil di kala lebaran tiba,  karena apa?  saya sering mendapatkan uang dari sanak – saudara dan handai taulan yang di hari – hari biasa untuk mendapatkan seribu saja hanya mimpi, nah di hari lebaran justru   beribu – ribu saya dapatkan, arti dari cerita saya adalah bahwa yang saya impikan seribu tapi kenyataanya saya mendapatkan lebih, secara manusaiwi itulah kenapa kita mesti going to extra miles.

Apabila diri kita terbiasa melakukan going to extra miles dalam kondisi apapun dengan di sertai niat ikhlas , legowo dan benar – benar dengan mencari ridho Allah , sepantasnya akan mendapatkan benefit lebih.

Di novel negeri 5 menara yang saya baca sewatku liburan tanggal 18 – 20 /12/09  kemaren di ceritakan bagaimana kehidupan siswa pondok pesantren  di biasakan untuk melakukan going to extra miles dengan pemberlakuan menggunakan bahasa asing yaitu arab dan english dalam percakapan sehari – hari selama 24 jam dan bagi yang melanggar dikenakan hukuman yang ketat sampai – sampai di keluarkan dari pondok apabila melanggar, semenjak 4 bulan menginjakkan kaki di dipesantren tersebut. Di awal diceritakan bagaimana sulitnya mengikuti program tersebut tetapi dengan pengkondisian tersebut maka hal itu menjadi nyata setelah masuk di bulan 5 maka mereka menjadi lancar dan terbiasa dan mereka memperoleh hasil yang luar biasa . Inti dari hal tersebut adalah going to extra miles.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s