Komunikasi bersifat tidak bisa diubah

irreversibleKomunikasi adalah proses penyampaian pesan kepada orang lain, sering kali kalau kita berbicara ke orang terkadang tidak terkontrol. Semisal bagaimana dalam kampanye kemaren mantan presiden RI Megawati berbicara pada saat kampanye yang mengatakan: ” penerima BLT itu merendahkan martabat menggadaikan kehormatan”. Efeknya terhadap khalayak ada yang pro dan kontra. Sekali pesan itu terkirimkan ke khalayak maka tidak bisa di tarik kembali secara keseluruhan efeknya. Ibarat panah yang lepas dari busur tidak bisa di tarik kembali dan panah itu terus berjalan menuju arah kemana dia di lepaskan walaupun panah itu tidak tepat sasaran ataupun bisa di gagalkan tetapi memahnya itu tetap ada.

Kembali ke contoh kampaye Ibu Megawati tadi dengan berbicara seperti itu maka walaupun dengan mengeluarkan iklan yang mendukung BLT untuk menetrasilir ucapan beliau tetapi  akhirnya membuat dukungan terhadap beliau berkurang karena yang  membuat citra   belaiu terlihat tidak elegan, plin – plan bahkan pendendam. Padahal apabila beliau sadar pada saat kampanye tersebut bahwa komunikasi bersifat tidak bisa diubah ( irreversible) maka hal seperti itu tidak akan terjadi.

Begitu pula dalam kehidupan kita sehari – hari dalam mengeluarkan pesan terhadap orang lain atapun siapapun semestinya  perlu berhati – hati karena kita tidak bisa menghilangkan efeknya sama sekali kita hanya mampu mengurangi efeknya tetapi tidak bisa menghilangkan sama sekali meskipun di ralat sekalipun.  Semisal kata – kata yang mencela orang lain mengeluarkan cacian. Karena sudah kodratnya manusia “ kita bisa memaafkan tapi sulit untuk melupakan”.  Contoh nyata bagaimana di kala kita tersakiti hatinya kita mampu untuk memafkan tetapi akan terus teringat sampai akhir hayat.